Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Ilustrasi Banjir Bandang

PARANGMAYA – Satu orang meninggal, 2.541 KK atau 8.430 jiwa dan 1.879 jiwa mengungsi saat banjir terjadi di kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Matius Jon menerangkan bahwa, debit air sungai Kapuas mengalami kenaikan signifikan sejak Sabtu (23/10) lalu. Sedangkan saat ini ketinggian muka air rata-rata mancapai 2-2,5 meter.

“Debit air mulai naik secara signifikan sejak tanggal 23 Oktober 2021. Hingga kini, ketinggian air rata-rata masih berkisar antara 2 – 2,5 meter dari permukaan tanah,” ungkapnya, Rabu (27/10).

Pihak BPBD mencatat bahwa banjir telah merendam sedikitnya 2.541 unit rumah. Wilayah di Kabupaten Sekadau yang diterjang banjir antara lain: (1) Desa Mungguk (2) Desa Sungai Ringin (3) Desa Tanjung (4) Desa Merapi (5) Desa Seberang Kapuas (6) Desa Penit yang berada di Kecamatan Sekadau Hilir. Ditambah (7) Desa Belintang I (8) Desa Belintang II di Kecamatan Belitang, sebagaimana dilansir dari situs resmi bnpb.go.id pada Kamis, tanggal 28 Oktober 2021.

Selain merendam rumah warga, banjir ini juga berdampak pada sedikitnya 2.541 KK / 8.430 Jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 571 KK / 1.879 jiwa mengungsi akibat kejadian ini.

Tim BPBD setempat segera terjun kelapangan untuk pendataan hingga evakuasi menggunakan perahu. Hasil kaji cepat akan dilapangan, terus dilaporkan untuk mendapatkan informasi terkini. Sementara itu, penanganan darurat juga segera dilakukan dengan mendirikan posko bencana serta memberikan bantuan logistik ke beberapa desa yang terdampak.

Prakiraan cuaca BMKG hingga dua hari kedepan (29/10) wilayah Kabupaten Sekadau berpotensi hujan dengan intensitas ringan. Sementara itu, potensi peringatan pada (28/10) waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, dan angin kencang berdurasi singkat di sebagian besar wilayah Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat.

Berdasarkan analisis InaRisk Kabupaten Sekadau merupakan wilayah dengan potensi bahaya banjir pada kategori sedang hingga tinggi. Salah satu langkah preventif gerakan penguatan tanggul sungai dan penguatan jejaring komunikasi berbasis komunitas juga dapat dilakukan sebagai bentuk peringatan dini.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya hidrometeorologi.***

Sumber : BNPB

Artikel Terkait

Terkini Teraktual

Nawala / Newsletter