Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Ilustrasi Banjir Bandang

PARANGMAYA – Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa, banjir terjadi di Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah. Peristiwa ini mengakibatkan tinggi muka air mencapai 80 centimeter. Sehingga menggenangi 200 rumah dan enam unit fasilitas umum. Ditambah beberapa titik akses jalan antar desa terputus.

Banjir tersebut, telah melanda lima desa antara lain (1) Desa Melata (2) Desa Nanuah (3) Desa Topalan (4) Desa Lubuk Hiju (5) Desa Batu Ampar.

Pihak BNPB mencatat terjadi luapan dari Sungai Menthobi, akibatnya 200 KK / 477 jiwa terdampak, sebagaimana dilansir dari situs resmi bnpb.go.id pada tanggal 6 Oktober 2021.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Lamandau, Edison menjelaskan, pihaknya terus melakukan kaji cepat dan mendistribusikan logistik kepada warga terdampak.

“BPBD telah mendistribusikan logistik kepada warga terdampak. Hingga Selasa sore banjir berangsur surut di wilayah hulu sungai, namun untuk wilayah hilir sungai terjadi kenaikan dengan TMA sekita 60-100 centimeter,” ujar Edison.

Sedangkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini. Peringatan waspadaterhadap  potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Dan disertai petir/kilat dan angin kencang, yang dapat terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah.

Kondisi cuaca tersebut, diperkirakan akan berlangsung selama tiga hari ke depan. Pihak BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, dengan potensi terjadinya hujan yang mengakibatkan meluapnya debit air sungai Menthobi.***

 

Sumber : BNPB

Artikel Terkait

Terkini Teraktual

Nawala / Newsletter