Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

PARANGMAYA РUlil Abshar Abdalla, menyoroti perkembangan dunia Universitas, dalam dua dekade terakhir. Dia menodong buku dari kalangan ilmuwan sosial. Sudahkah mereka memiliki karya yang layak untuk diperdebatkan.

“Dalam sepuluh-dua puluh tahun terakhir ini, adakah buku karya ilmuwan sosial kita yang layak dipercakapkan?

Pentolan JIL (Jaringan Islam Liberal) ini menilai, bahwa ribuan jurnal yang lahir dari kampus, dan nyaris tak ada percakapan.

Dia berpendapat, bahwa kelangkaan perdebatan antar sarjana, seperti memberi kesan bahwa mereka hanya berebut menulis artikel, di jurnal. Padahal perbaikan iklim pengetahuan, dilahirkan dari percakapan.

“Ribuan jurnal lahir dari kampus kita, tapi tampaknya, tak ada percakapan ilmiah di antara mereka. Masing2 sarjana berebut menulis artikel di jurnal, tetapi antara mereka tak ada diskusi, saling kritik. Bagaimana berharap ada perbaikan iklim pengetahuan jika tak ada percakapan?,”tanyanya.

Selanjutnya, dia menyodorkan hipotesis, pertama apakah ribuan jurnal ilmiah produksi oleh kampus itu memiliki signifikansi kepada perbaikan iklim pengetahuan.

Kedua apakah ribuan jurnal ilmiah produksi kampus itu malah hanya memiliki signifikansi kepada syarat akreditasi saja.

  Ketua MUI Menyetujui Aksi Ini Kepada Holywings

“Apakah ribuan jurnal “ilmiah” yg diproduksi kampus2 kita itu benar2 membuat iklim ilmiah kita membaik? Ataukah sekedar memenuhi syarat akreditasi saja?.

 

 

 

***

 

Sumber : Twitter

Artikel Terkait

Terkini Teraktual

Nawala / Newsletter