Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_ River Forest Amazon

PARANGMAYA –  Direktur Eksekutif Amazon Watch, Leila Salazar-Lopez, mengecam pemerintah Brasil menyerang hak-hak masyarakat adat dan wilayahnya di hutan hujan Amazon.

“Apa yang kami lihat adalah serangan terhadap masyarakat adat, terhadap hak-hak mereka, kehidupan dan wilayah mereka,”teggasnya.

Dia menekankan bahwa melindungi penduduk asli Amazon, dan hak mereka atas tanah leluhur sangat penting. Karena mereka adalah penjaga terbaik hutan hujan karena mereka adalah penjaga terbaiknya, “katanya.

Saat ini hak mereka atas tanah yang dilindungi sedang dirusak oleh pemerintahan sayap kanan Presiden Jair Bolsonaro, kata mereka dalam sebuah panel di konferensi Reuters Impact tentang nasib hutan hujan Amazon.

Ginger Cassady, direktur eksekutif Rainforest Action Network, mengatakan tindakan pemerintah Bolsonaro terus meningkatkan deforestasi dengan membongkar perlindungan lingkungan adalah bentuk pengingkaran dari janjinya,sebagaimana dilansir dari Reuters pada tanggal 4 Oktober 2021.

Laju pengerusakan hutan hujan Amazon Brasil, telah meningkat tajam sejak Bolsonaro menjabat pada 2019. Meskipun data awal menunjukkan pembukaan hutan sejauh tahun ini, sedikit berubah dari tahun lalu, kerusakan tetap pada tingkat yang tidak terlihat di Brasil sejak 2008.

Setelah bertahun-tahun pemotongan dana dan pembekuan perekrutan, Bolsonaro berjanji untuk menggandakan sumber daya untuk penegakan lingkungan guna memerangi deforestasi ilegal pada pidatonya di Majelis Umum PBB pada bulan September.

Kedua aktivis mendesak bank dan investor lain, untuk menghormati hak tanah adat dan persetujuan awal masyarakat asli untuk proyek yang berdampak pada tanah mereka.

Mereka meminta sektor swasta untuk menghentikan perluasan konsesi minyak di Amazon, hutan hujan terbesar di dunia dan benteng penting melawan perubahan iklim.

Salazar-Lopez mengatakan hutan ditebang dengan sengaja, untuk membuka lahan untuk penggembalaan ternak dan perkebunan kedelai, sementara penggusuran badan urusan adat pemerintah Funai di bawah Bolsonaro telah membuat cagar adat tidak terlindungi, dan rentan terhadap pembalakan liar dan penambang emas.

“Masyarakat adat adalah pelindung terbaik hutan Amazon dan keanekaragaman hayati di sekitar planet kita … karena mereka memiliki hubungan spiritual dan budaya intrinsik dengan tanah itu,” kata Salazar-Lopez.

“Mereka memiliki kerugian paling besar sehingga mereka akan melakukan apa saja untuk melindungi tanah, yang merupakan segalanya bagi mereka,” katanya.

Wilayah adat, yang mencakup sekitar 30% dari Amazon, adalah salah satu lahan lindung terbaik di wilayah tersebut, dan 20% lainnya adalah kawasan lindung di bawah pengawasan pemerintah federal.***

 

Sumber : Reuters