Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Ilustrasi Deforestasi

PARANGMAYA – Indonesia telah mengakhiri kesepakatan dengan Norwegia, tentang kerja sama pengurangan emisi karbon dari deforestasi, karena kurangnya pembayaran, kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan.

Tahun lalu, Norwegia mengumumkan kontribusi $56 juta untuk Indonesia, berdasarkan hasil 2016-2017 dalam membatasi deforestasi di bawah skema konservasi hutan yang didukung PBB yang dikenal sebagai REDD+.

Dalam pernyataan Jumat malam, Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan memutuskan untuk mengakhiri perjanjian karena “kurangnya kemajuan nyata dalam pelaksanaan kewajiban pemerintah Norwegia,” setelah negara Asia Tenggara memenuhi komitmennya untuk memotong gas rumah kaca. emisi setara dengan 11,2 juta ton emisi karbon dioksida pada periode 2016-2017.

“Keputusan untuk mengakhiri Letter of Intent sama sekali tidak akan mempengaruhi komitmen Pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca,” katanya, sebagaimana dilansir dari Reuters pada Sabtu, tanggal 11 September 2021.

Inisiatif Iklim dan Hutan Internasional Norwegia mengatakan diskusi tentang pembayaran Oslo “konstruktif dan berkembang dengan baik, dalam kerangka kerja yang ditetapkan oleh batas peraturan kedua negara kami.”

Kelompok itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka berencana untuk terus mendukung upaya Indonesia dalam mitigasi perubahan iklim.

Kedutaan Norwegia di Jakarta tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters pada hari Sabtu.

Pengendalian deforestasi merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam kesepakatan global Paris untuk memerangi perubahan iklim. Ini bertujuan untuk membatasi deforestasi antara 325.000 dan 450.000 hektar (800.000-1,1 juta hektar) per tahun, tingkat yang diyakini masih memungkinkan pembangunan ekonomi.

Indonesia di bawah kesepakatan Paris telah berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon sebesar 41% pada tahun 2030 dengan bantuan internasional. Pejabat pemerintah mengatakan negara itu bertujuan untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060.***

 

Sumber : Reuters