Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Pic Ilustrasi Deforestasi

PARANGMAYA – Greenpeace Indonesia menerima tantangan debat terbuka dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tantangan ini merupakan buntut dari klaim pidato Presiden Jokowi pada COP 26 di Glasgow, Senin (1/11). Presiden menyatakan bahwa, Laju deforestasi Indonesia menurun, berkebalikan dengan data yang dihimpun oleh Greenpeace.

Greenpeace mencatat bahwa “Deforestasi di Indonesia justru meningkat, dari yang sebelumnya 2,45 juta ha (2003-2011) menjadi 4,8 juta ha (2011-2019),”ungkapnya.

Sedangkan laju penurunan deforestasi  pada tahun 2019-2021, adalah akibat dari situasi politik dan pandemi.

“Tren penurunan deforestasi dalam rentang 2019-2021, tidak lepas dari situasi sosial politik dan pandemi yang terjadi di Indonesia sehingga aktivitas pembukaan lahan terhambat,”tulisnya.

Geenpeace menerangkan bahwa “Faktanya dari tahun 2002-2019, saat ini terdapat deforestasi hampir 1,69 juta hektar dari konsesi HTI, dan 2,77 juta hektar kebun sawit. Selama hutan alam tersisa masih dibiarkan di dalam konsesi, deforestasi di masa depan akan tetap tinggi,”jelasnya, sebagaimana dilansir dari situs greenpeace.org (2/11/2021)

Geenpeace juga menilai bahwa “Deforestasi di masa depan, akan semakin meningkat saat proyek food estate, salah satu proyek PSN dan PEN dijalankan. Akan ada jutaan hektar hutan alam yang akan hilang untuk pengembangan industrialisasi pangan ini,” bebernya.

“Siap terima tantangan debat terbuka dari @KementerianLHK demi keterbukaan data dan informasi kehutanan dan juga demi masa depan perlindungan hutan Indonesia,”tulisnya (10/11/2021)

***

Sumber :Twitter