Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Ilustrasi Makanan Sehat

PARANGMAYA – Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) menawarkan tata kelola pola makan yang disinyalir mampu membantu menyelamatkan planet yang kita diami.

Organisasi PBB ini merupakan kontributor Program Sistem Pangan Berkelanjutan, One Planet Network  yaitu memimpin pengembangan pedoman untuk pembuatan kebijakan kolaboratif dan tata kelola yang lebih baik.

Makanan yang sedari awal menjadi basis utama bagi kehidupan, menyumbang polusi, penyumbang perubahan iklim, dan penyebab hilangnya keanekaragaman hayati.

Dilansir dari UNEP lewat situs remsinya unep.org pada tanggal 23 Agustus 2021 menawarkan beberapa tata kelola pola makan yang mampu mengatasi permasalahan ini. Tawaran tersebut sebagai berikut :

1. Pahami makanan sebagai proses, bukan produk

Tiap individu dianjurkan untuk memahami mata rantai sebuah produk makanan. Karena mayoritas hanya memahami bahwa makanan yang sudah tersedia di rak toko. Sehingga tidak memahami bagaimana makanan tersebut diproduksi, dikemas hingga sampai dipajang di toko tersebut.

“orang sering melihat makanan di rak toko kelontong dan tidak terlalu memikirkan bagaimana makanan itu sampai di sana.Tapi antara pertanian dan garpu, makanan harus diproses, dikemas, diangkut, dipasarkan dan dijual. Banyak dari tahapan tersebut dapat merusak planet ini. Ketika Anda mempertimbangkan keseluruhan sistem makanan, Anda berada di posisi yang lebih baik untuk membuat pilihan berdasarkan informasi tentang hal-hal yang Anda makan,”tulisnya.

2. Mendukung pertanian berkelanjutan

Seseorang bisa memulai untuk mendukung pertanian berkelanjutan, lewat pembelian eceran dari penjual maupun produsen pertanian yang ramah lingkungan. Karena produsen dan pengecer itu berhasil menekan emisi gas rumah kaca 64 persen lebih sedikit. Hasilnya, tingkat keanekaragaman hayati yang lebih besar daripada pertanian konvensional.

“Beli makanan Anda dari produsen dan pengecer yang berspesialisasi dalam produk berkelanjutan. “Pertanian berkelanjutan menggunakan energi hingga 56 persen lebih sedikit, menghasilkan emisi gas rumah kaca 64 persen lebih sedikit , dan memungkinkan tingkat keanekaragaman hayati yang lebih besar daripada pertanian konvensional. Dan karena produk yang diproduksi secara berkelanjutan biasanya lebih padat karya, mereka dapat menciptakan 30 persen lebih banyak lapangan kerja, memerintahkan harga yang lebih tinggi dan menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi, “lanjutnya.

3. Tahu apa yang Anda makan

Seseorang wajib memahami berbagai kandungan didalam makanan, karena proses penanaman kerap menggunakan ragam larutan anti hama yang membahayakan manusia.

“Pestisida, herbisida dan obat antimikroba sering digunakan untuk meningkatkan hasil panen dan ternak tetapi dapat memiliki efek merugikan pada kesehatan manusia. Pembuangan dari peternakan juga dapat mencemari ekosistem perairan dan mencemari tanah. Pilih makanan utuh yang dibudidayakan secara berkelanjutan daripada produk makanan yang dibudidayakan secara intensif dan diproses dengan baik jika Anda bisa. Siapkan makanan di rumah, daripada membeli untuk dibawa pulang,”ungkapnya.

4. Beli lokal

Membeli komoditas pertanian di lokal area, hal ini akan membantu mengurangi emisi bahan bakar fosil yang terkait dengan transportasi dan penyimpanan rantai dingin.

“Selain mendukung usaha kecil dan pertanian, membeli makanan yang diproduksi secara lokal mengurangi emisi bahan bakar fosil yang terkait dengan transportasi dan penyimpanan rantai dingin. Ini juga mengurangi potensi kehilangan makanan di sepanjang jalan,”paparnya.

5. Hindari kemasan yang tidak perlu

Seseorang sudah harus memulai mengurangi, bahkan membatasi penggunaan kemasan dalam produk makanan. Seperti menggunakan keranjang sendiri saat berbelanja.

“Jika memungkinkan, pilih produk makanan tanpa kemasan, berkelanjutan, atau kemasan minimal. Gunakan keranjang untuk berbelanja makanan, bawa tas kain atau tas yang dapat digunakan kembali, dan simpan makanan dalam stoples kaca atau bungkus dengan lilin lebah atau bahan ramah lingkungan lainnya,”tegasnya.

Pertimbangannya, tercatat sebanyak 5 Triliyun plastik sekali pakai telah menyumbang pencemaran di tanah dan laut.

“Kemasan makanan cenderung berakhir di tempat pembuangan sampah dan setiap tahun, sekitar 5 triliun kantong plastik sekali pakai mencemari tanah dan laut, ungkapnya.

6. Buat suara Anda didengar

Seseorang harus memulai menjadi pembela dirinya sendiri, dan mengangkat suara serta pendapatnya melalui platform media sosial. fungsinya untuk berbagi kita, tips, ide hingga membentuk sebuah jaringan.

“Akhirnya, jadilah advokat di lingkaran sosial Anda sendiri. Gunakan platform media sosial Anda untuk berbagi informasi, resep, ide, dan inspirasi. Terakhir, bentuk jaringan, mulai proyek, angkat suara Anda,”tulisnya.

Selain itu, media sosial memberikan dorongan kepada pemerintah untuk beralih ke pola pertanian berkelanjutan

“Menyerukan pemerintah dan pembuat kebijakan untuk mendorong transisi menuju pertanian berkelanjutan dan untuk memprioritaskan pengurangan kehilangan makanan dan limbah dalam rencana aksi perubahan iklim mereka. Menyerukan transparansi produsen, pengecer, dan layanan tentang praktik pertanian, bahan, dan nilai gizinya,”ungkapnya.***

 

Sumber : UNEP