Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Net_ Pic Aritoteles

PARANGMAYA.COM – Aristoteles di lahirkan di Kota Stagira, sebuah perkampungan Yunani di Pantai Macedonia pada 384 SM. Ia merupakan murid Plato yang melanjutkan tradisi gurunya sebagai ahli filsafat yang juga memberikan pelajaran-pelajaran dengan membuka sekolah, sekolahnya diberi nama Lyceum.

Sebagaimana gurunya (Plato) Aristoteles juga menuangkan cita-cita pikiran-pikirannya dalam sebuah kitab yang berjudul Politik (Politica).

Tulisan-tulisannya meliputi bidang-bidang yang amat luas, diantaranya teologi, metafisika, etika, ekonomi, dan juga fisika.

Kitab Politik memperlihatkan unsur cita-cita, lebih memperhatikan kenyataan. Cara induksi lebih menonjol pada diri Aristoteles, kalaupun tidak langsung mengerjakan sendiri tetapi sekurang-kurangnya, dibawah pimpinannya melakukan penelitian (research) mengenai sejumlah 158 konstitusi, tetapi hanya sebuah yang terwariskan kepada kita, yaitu konstitusi Athena, yang baru ketahuan oleh zaman modern ini pada 1891.

GAMBARAN PEMIKIRAN ARISTOTELES
Pandangan / pemikiran-pemikiran Aristoteles lebih berpijak pada kemampuan inderawi untuk menemukan kebenaran. Bagi Aristoteles kebenaran hanya bisa ditemukan di dunia nyata bukan didunia ide seperti yang dipercayai oleh Plato.

Pijakan Aristoteles untuk menemukan kebenaran memiliki implikasi filsafat yang sangat berbeda dengan Plato, meskipun dalam beberapa hal Aristoteles tetap bersepakat dengan Plato.

Perbedaan tersebut terletak dalam beberapa gagasan inti Aristotles, antara lain tentang Negara dan kepemilikan.

NEGARA
Aristoteles tidak membedakan antara masyarakat dengan negara. Hakikat negara menurutnya sebagai suatu gabungan dari bagian-bagian, dan bagian-bagian ini, menurut urutan besarnya adalah Polis, Desa, famili (keluarga), dan individu.

Artikel Terkait

Terkini Teraktual