Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Twitter_Banjir Turki

PARANGMAYA – Menteri Dalam Negeri, Suleyman Soylu menerangkan bahwa banjir di Turki saat ini adalah banjir terburuk yang pernah terjadi. Setelah dia mengamati  kerusakan yang meluas di provinsi Bartin, Kastamonu dan Sinop.

“Ini adalah bencana banjir terburuk yang pernah saya lihat, setelah mengamati kerusakan yang meluas di provinsi Bartin, Kastamonu dan Sinop, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Kamis, tanggal 12 Agustus 2021.

Tercatat korban tewas meningkat menjadi 31 orang, dan kerusakan infra struktur yang meluas. Tercatat, sedikitnya lima jembatan runtuh dan banyak lainnya rusak. Ditambah sekitar 180 desa hingga Jumat malam masih tanpa listrik.

“Dua puluh sembilan orang tewas akibat banjir di Kastamonu dan dua orang lainnya tewas di Sinop, Sepuluh orang dirawat di rumah sakit, kata Direktorat Penanggulangan Bencana dan Darurat (AFAD),” sebagaimana dilansir dari Reuters pada Jumat, tanggal 13 Agustus 2021.

Bencana ini menuai simpati dari para netizen di twitter, ucapan simpati ini diucapkan oleh @LeylaRostami dengan menyertakan video banjir wilayah laut hitam.

“Massive flood strikes #Turkey‘s black sea region! Our sympathy”

Sementara Walikota Sinop, Baris Ayhan mengatakan bahwa infrastruktur di wilayahnya porak poranda.

“Infrastruktur di Ayancik (distrik) telah benar-benar runtuh. Sistem pembuangan limbah hancur. Tidak ada listrik atau air,” katanya.

Banjir dan kebakaran, yang menewaskan delapan orang dan menghancurkan puluhan ribu hektar hutan, melanda pada minggu yang sama ketika panel PBB mengatakan pemanasan global hampir tidak terkendali, dan memperingatkan bahwa cuaca ekstrem akan menjadi lebih parah.

Hujan turun dalam waktu kurang dari tiga hari di satu desa dekat wilayah yang paling parah dilanda, distrik Bozkurt Kastamonu. Rekaman saat-saat pertama banjir di Bozkurt menunjukkan sungai di sana meluap dalam banjir yang bergerak cepat yang merobohkan pepohonan dan menyeret kendaraan.

Kota kecil Bozkurt terletak di sebuah lembah di sepanjang tepi sungai Ezine di provinsi Kastamonu, 2,5 km (1,6 mil) dari Laut Hitam.

Anggota parlemen dari Partai Rakyat Republik (CHP) yang beroposisi, mengaitkan tingkat kerusakan di sana dengan pembangunan ekstensif di tepi sungai dalam beberapa tahun terakhir.

Berbicara di Bozkurt, Erdogan menyatakan ketiga provinsi itu sebagai zona bencana. “Negara kita telah bergulat dengan bencana alam untuk sementara waktu, seperti banyak tempat di dunia. Ini bukan hanya negara kita tetapi Amerika Serikat, Kanada, Jerman dan banyak negara Eropa lainnya,” katanya.

Lebih dari 1.800 orang dievakuasi dari daerah yang terkena banjir, beberapa dengan bantuan helikopter dan kapal. Helikopter menurunkan personel penjaga pantai ke atap bangunan untuk menyelamatkan orang-orang yang terdampar saat air banjir menyapu jalan-jalan, berdasarkan rekaman yang dibagikan oleh Kementerian Dalam Negeri.***

 

Sumber : Reuters

Artikel Terkait

Terkini Teraktual

Nawala / Newsletter