Polres Puncak Jaya Laksanakan Monitoring dan Pengamanan Kedatangan Logistik Pemilu 2024 Berupa Surat Suara

Polres Puncak Jaya – Guna memastikan pergeseran Logistik Pemilu berjalan dengan aman dan lancar, Kepolisian Resor Puncak Jaya melaksanakan kegiatan monitoring dan pengamanan kedatangan Logistik Pemilu 2024 berupa surat suara yang datang melalui jalur udara, Kamis (25 Januari 2024).

Dengan menggunakan helikopter dan pesawat udara Alda Air, ribuan surat suara tiba di Bandara Mulia untuk selanjutnya personel Polres Puncak Jaya yang dipimpin Kapolsek Mulia Iptu Totok Agus Trihartono, S.H melaksanakan monitoring dan pengamanan menuju Gudang Logistik yang berada di Kantor KPUD Kab. Puncak Jaya.

adsbygoogle


Kapolres Puncak Jaya AKBP Kuswara, S.H., S.I.K., M.H melalui Kapolsek Mulia Iptu Totok Agus Trihartono, S.H saat dikonfirmasi mengatakan bahwa saat ini kami dari Polsek Mulia bersama Personel Polres Puncak Jaya melaksanakan giat monitoring kedatangan logistik pemilu berupa surat suara yang mana untuk jumlah hari ini yang datang berjumlah 4.187 surat suara dengan menggunakan 2 flight helikopter, 2 flight pesawat udara Cessna Grand Caravan Alda Air dan 2 flight Twin Otter SAM Air.

Lanjut Iptu Totok, untuk saat ini masih ada lagi surat suara yang berada di Wamena dikarenakan beberapa hari yang lalu pada saat mobil lajuran ingin membawa ke Kab. Puncak Jaya mengalami kendala dengan adanya musibah jalan yang putus diakibatkan tanah longsor sehingga personel yang mengawal kembali bersama logistik Pemilu ke Wamena dan akan dikirim secara bertahap melalui jalur udara ataupun pesawat udara.

” Kami akan terus melaksanakan monitoring maupun pengamanan dalam kegiatan kedatangan logistik pemilu ini karena direncanakan beberapa hari kedepan akan terus di-drop dari Bandara Wamena menuju Bandara Mulia ” tutup Kapolsek Mulia. (*)

Terkini

PARANGMAYA.COM – Kerajaan Maritim Majapahit bediri diantara beberapa prahara besar. Prahara yang melumat 2 kerajaan Jawa yaitu Singhasari dan Daha. Ditambah dengan pengusiran ekspansi imperium mongol ke tanah Jawa. Ketiga prahara diatas, dinahkodai oleh begawan politik, bernama Arya Wiraraja. Arya Wiraraja bukanlah politilisi murahan, yang hanya memburu harta maupun jabatan. Baginya politik itu adalah pertaruhan […]

...