Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Ilustrasi Anak Palestina

PARANGMAYA – Zionis Israel kembali melakukan serangan kepada warga Palestina. Kali ini serangan tentara zionis Israel semakin brutal. Mereka menyerang 20 rumah di desa Burqa, dan mencoba membunuh dan menculik sebuah keluarga

Mereka juga membakar beberapa bangunan dan memulai kebakaran di rumah-rumah. Untungnya warga Palestina yang berada di desa Sebastia bergegas ke Burqa untuk melindungi penduduknya, karena mendengar seruan minta tolong melalui pengeras suara masjid.

Sedangkan tentara Zionis langsung merespon dengan melemparkan tabung gas air mata dan menembaki penduduk desa Jumat (17/12/2021)

Pihak berwenang Palestina menyerukan kepada warga, untuk menghadapi serangan Israel. Karena pihak Zionis Israel terus meningkatkan serangannya terutama di Nablus, sebagaimana dilansir dari Quds News Network pada tanggal 17 Desember 2021.

Sementara itu dilansir dari Anadolu pada tanggal 17 Desember 2021, menyatakan bahwa Seorang Kepala Dewan Desa Burqa, Jihad mengatakan para pemukim menyerang desa menggunakan senjata api. Ditambah pembakaran barak desa dan melempari batu sejumlah rumah Palestina.

Sementara itu, kantor berita Palestina Wafa mengatakan para pemukim menyerang kota Sebastia, Nablus utara, dan menghancurkan sejumlah kendaraan milik Palestina dan bengkel perawatan mobil.

Sekelompok pemukim juga menyerang sebuah rumah di desa Qaryut, Nablus selatan, dan merusak propertinya.

Sameha Ghefari, seorang penduduk setempat, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa suaminya, Wael Muqbel, 65, diserang di desa Qaryut dan dibawa ke rumah sakit di Nablus.

Kamis malam, seorang pemukim Israel tewas dan dua lainnya terluka dalam penembakan di dekat pos terdepan Homesh dekat Nablus.

Awal pekan ini, kelompok hak asasi Israel Peace Now mengatakan ada peningkatan kekerasan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina dan properti mereka.

Perkiraan pemukim Israel dan Palestina sebanyak 650.000 pemukim. Mereka tinggal di 164 pemukiman dan 116 pos terdepan di Tepi Barat, termasuk di Yerusalem yang diduduki.

Pemukiman Yahudi di wilayah pendudukan dianggap ilegal oleh hukum internasional.***

Sumber : Quds News Network dan Anadolu

Artikel Terkait

Terkini Teraktual