Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Ilustrasi Erupsi Gunung Berapi

PARANGMAYA – Ketua Dewan La Palma, Mariano Hernandez Zapata mengkhawatirkan aliran lava pijar yang baru akan bergabung dengan sebelumnya. Terlihat bahwa lava pijar, telah mengalir dari celah yang baru dari gunung berapi Cumbre Vieja di La Palma Spanyol pada hari Jumat.

“Ada kekhawatiran tentang jalur aliran baru menuju laut ini, meskipun diperkirakan akan bergabung dengan yang sebelumnya dalam beberapa jam ke depan,” katanya.

Lava mengalir tersebut, meliuk dari jalur yang berbeda dari aliran sebelumnya. Sehingga meningkatkan kekhawatiran akan kehancuran yang lebih besar. Bersamaan dengan itu, abu halus memaksa penduduk pulau, untuk mengenakan masker dan kacamata.

Terlihat sungai lava merah-panas berkelok-kelok, menuruni bukit dari celah baru. Celah tersebut meledak, dan terbuka pada Kamis malam. Lokasinya hanya berjarak sekitar 400 meter (1.300 kaki) ke utara, dari lokasi letusan utama, sebagaimana dilansir dari Reuters pada Jumat, tanggal 1 Oktober 2021.

Beberapa ventilasi telah dibuka sejak gunung berapi mulai meletus pada 19 September tetapi Institut Vulkanologi Canaries menggambarkan pembukaan terbaru sebagai “fokus letusan” baru.

Selain itu, dikatakan banyak rumah telah dilalap lahar semalam.

“Kami memiliki lebih banyak drama di depan, lebih banyak orang yang harus diurus,” katanya dalam konferensi pers.

Tercatat, sekitar 6.000 orang telah dievakuasi sejak letusan dimulai, dan belum kembali ke rumah. Lebih dari 800 bangunan termasuk rumah, gereja dan sekolah telah hancur.

Gunung berapi itu telah mengeluarkan 80 juta meter kubik batuan cair, kata pemimpin regional Angel Victor Torres, menggandakan jumlah yang dikeluarkan selama letusan besar terakhir La Palma 50 tahun lalu dalam separuh waktu.

Penduduk Los Llanos de Aridane, salah satu kota yang terkena dampak terburuk, telah membawa payung dan mengenakan pelindung mata sebagai tindakan pencegahan terhadap debu vulkanik yang menyelimuti jalan-jalan dan mengambang di udara.***

Sumber : Reuters