Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Ilustrasi Banjir Bandang

PARANGMAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Padang Pariaman mengumumkan, jumlah korban ketika terjadi tanah longsor, angin kencang dan banjir bandang. Tercatat, delapan orang meninggal, lima luka-luka dan 280 kk terdampak banjir saat cuaca ekstrim menerjang Padang Pariaman.

Rinciannya antara lain : (1) Tujuh orang meninggal dunia tertimbun tanah longsor (2) Satu orang meninggal dunia tertimpa pohon tumbang (3) Lima orang mengalami luka-luka.

“Tujuh orang meninggal dunia karena tertimbun longsor, 1 orang karena tertimpa pohon yang tumbang akibat angin kencang,” jelas Yuan selaku operator Pusdalops BPBD Kabupaten Padang Pariaman, sebagaimana dilansir dari laman resmi bnpb.go.id pada Jumat, tanggal 1 Oktober 2021.

“Selain itu, 5 orang lainnya mengalami luka-luka, sememntara 280 kk terdampak banjir,”tulis laman BNPB tersebut.

BPBD telah mencatat sekitar 9 titik longsor. Pusat longsor, yang merenggut korban jiwa di daerah Korong Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuak Alung.

Sedangkan cuaca ekstrem tersebut, telah menerjang Padang Pariaman-Sumatera Barat sejak sejak Rabu (29/9), pukul 16.00 WIB

Sedangkan banjir telah menggenangi 338 unit rumah warga. Sebanyak 12 unit rumah rusak berat, 30 kendaraan bermotor rusak, sedikitnya 80 hektar lahan pertanian terendam. Terpantau, tingga muka air saat kejadian berkisar antara 75-200 cm.

Sekitar 10 Kecamatan yang merasakan dampak, atas cuaca ekstrem itu antara lain (1) Kecamatan Batang Anai (2) Kecamatan Ulakan Tapakih (3) Kecamatan Lubuak Aluang (4) Kecamatan 2×11 Kayu Tanam (5) Kecamatan Sintuak Loboh Gadang (6) Kecamatan Singai Limai (7) Kecamatan V Koto (8) Kecamatan VII Koto Patamuan (9) Kecamatan Anam Lingkuang (10) Kecamatan IV Koto Aua Malintang.

“Kami terus melakukan monitoring perkembangan cuaca untuk mempersiapkan tindakan pencegahan atau penanggulangan apabila ada potensi bencana susulan,” tuturnya.

Pihaknya juga mengaku telah memperikan peringatan dini cuaca kepada masyarakat setempat.

Merujuk pada prakiraan cuaca BMKG, Provinsi Sumatera Barat masih akan berpotensi turun hujan lebat, disertai kilat dan angin kencang selama tiga hari mulai dari Kamis (30/9) hingga Sabtu (2/10).***

Sumber : BNPB