Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Ilustrasi Gempabumi

PARANGMAYA – Institut Nasional Pertahanan Sipil (Indeci) mengatakan bahwa, sebanyak 220 rumah terkena dampak, dari gempa berkekuatan 7,5 SR mengguncang wilayah terpencil Amazon di Peru utara pada hari Minggu kemarin.

Tercatat sebanyak 81 unit rumah, tidak dapat dihuni dan 75 unit hancur. Sedangkan 7 tempat ibadah dan 2 pusat perbelanjaan termasuk di antara fasilitas yang rusak. Beruntung tidak ada korban jiwa, hanya empat warga terluka, sebagaimana dilansir dari Reuters pada 29 November 2021.

Presiden Pedro Castillo mengatakan melalui Twitter, telah memerintahkan pengerahan personel pendukung, dan melakukan perjalanan dengan pesawat militer ke daerah tersebut.

“Kami akan mendukung mereka yang terkena dampak dan mengatasi kerusakan material,” katanya.

Pusat seismologi Institut Geofisika Peru (IGP) mengatakan gempa memiliki kedalaman 131 kilometer (81 mil) dan pusat gempa berada 98 kilometer dari kota Santa Maria de Nieva di provinsi Condorcanqui.

Gempa terasa di seluruh Peru tengah dan utara. Beberapa warga meninggalkan rumah mereka sebagai tindakan pencegahan.

Beruntung tidak ada kerusakan, pada pipa minyak milik negara Petroperu sepanjang 1.100 kilometer yang melintasi wilayah Amazon Peru ke pantai Pasifik di utara.

Walikota kota Jalca Grande di provinsi Chachapoyas, Walter Culqui mengatakan beberapa rumah telah rusak, menyebabkan tiga luka tidak serius. Bagian dari menara gereja di daerah itu runtuh, katanya.

Melalui jejaring sosial, pemadaman listrik dilaporkan terjadi di beberapa lokasi di kawasan hutan. Gambar-gambar TV lokal menunjukkan bentangan jalan yang terhalang oleh batu-batu besar dan tanah yang telah terlepas.

Sistem peringatan AS mengatakan tidak ada peringatan tsunami setelah gempa.***

Sumber : Reuters