Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Ilustrasi Banjir Bandang

PARANGMAYA – BPBD Gorontalo mengumumkan tinggi muka air sekitar 75 cm hingga 100 cm, saat banjir merendam ribuan rumah penduduk di Gorontalo.

BPBD setempat mencatat, jumlah rumah penduduk yang terendam banjir mencapai 1.262 unit rumah.

Ribuan rumah tersebut, tersebar di empat kecamatan, antara lain : (1) Kecamatan Tabongo di Desa Limehe Timur dan Limehe Barat. Jumlah penduduk, yang terdampak sejumlah 684 jiwa (2) Kecamatan Dungaliyo di Desa Dungaliyo dengan 480 jiwa terdampak (3) Kecamatan Limboto Barat di Desa Yosonegoro dan Tunggulo dengan 1.239 jiwa terdampak (4) Kecamatan Limboto di Kelurahan Tenilo dengan 1.231 jiwa terdampak.

Perkembangan per Minggu, tanggal 7 November 2021, pada pukul 13.30 waktu setempat, banjir telah surut di 2 desa yaitu Desa Limehe Timur dan Limehe Barat, Kecamatan Tabongo. Namun, wilayah terdampak lainnya masih diguyur hujan, sebagaimana dilansir dari situs bnpb.go.id pada Minggu, tanggal 7 November 2021.

Sehari sebelumnya, debit air dari air Sungai Buoyo, Oliyodu, Marisa dan Moloupo meluap pada Sabtu (6/11), pukul 17.00 waktu setempat. Sehingga mengakibatkan ribuan rumah warga, di tempat kecamatan tersebut terendam banjir. Dan pihak BPBD mengoperasikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

BPBD Kabupaten Gorontalo mengimbau warganya untuk tetap waspada dengan potensi meningkatnya tinggi muka air akibat curah hujan yang masih berlangsung serta mengikuti instruksi pemerintah daerah setempat terkait giat tanggap darurat banjir.

InaRISK menunjukkan bahwa, wilayah ini berpotensi mengalami bahaya banjir, tingkat sedang hingga tinggi. Diprediksi akan berdampak pada 17 kecamatan.

BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terlebih dengan prediksi fenomena La Nina, yang telah dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).***

 

Sumber : BNPB