Bagaimana Kehidupan Cinta Sappho Mempengaruhi Puisinya?

sappho-love-life-influence-poetry.jpg

Sappho adalah seorang penyair yang lahir pada abad ke-7 SM (sekitar tahun 620) di Lesbos, sebuah pulau kecil di lepas pantai Turki modern. Seperti banyak tokoh kuno lainnya, apa yang diketahui tentang kehidupannya sebagian besar hanyalah spekulasi berdasarkan kehidupan wanita Yunani lainnya di abad ke-7 dan referensi pribadi dalam puisinya. Salah satu aspek kehidupan Sappho yang mendapat perhatian (dan perdebatan) signifikan adalah seksualitasnya. Sebagian besar puisinya mengisyaratkan bahwa Sappho menjalin hubungan dengan wanita lain, dan artikel ini akan membahasnya lebih dalam.

Sappho & Cinta dalam Syairnya untuk Aphrodite

lukisan alma tadema sappho alcaeus 1881Sappho dan Alcaeus oleh Sir Lawrence Alma-Tadema, 1881. Sumber: The Walters Art Museum, Baltimore

adsbygoogle


Hanya satu puisi Sappho yang bertahan secara keseluruhan, dan diberi judul Ode to Aphrodite. Merupakan hal yang umum bagi penyair untuk menulis syair atau himne kepada dewa-dewa tertentu, terkadang merujuk pada mitologi populer atau di lain waktu mengajukan permintaan kepada dewa tersebut. Puisi Sappho ditulis sebagai percakapan antara dia dan Aphrodite saat dia mencari bantuan dewi dalam kehidupan cintanya. Kekasih yang disinggung dalam puisi ini adalah seorang wanita berdasarkan kata ganti dalam teks asli Yunani, dengan bait ini memberikan bukti terbesar tentang objek romantis puisi tersebut:

“Dia yang merasa takut akan terbang, dia akan segera menyusul, Dia yang sekarang menolak, namun dengan hadiah akan merayumu, Dia yang tidak mengindahkanmu, akan segera mencintai sampai gila, Mencintaimu, si pemalas!”

Walaupun ada rujukan mengenai hubungan antara pembicara dan seorang wanita dalam puisi ini, beberapa pakar mencoba berpendapat bahwa narator Ode to Aphrodite dan penggalan Sappho lainnya bukanlah Sappho sendiri. Sebaliknya, mereka percaya bahwa Sappho menulis dari sudut pandang seorang pria. Perdebatan ini akan dibahas lebih lanjut pada bagian selanjutnya.

Fragmen tentang Kehidupan Pribadinya
lukisan bocklin sappho tahun 1862Sappho oleh Arnold Böcklin, 1862, melalui Museum Seni Philadelphia. Sumber: Filadelfia

Dapatkan artikel terbaru dikirimkan ke kotak masuk Anda. Daftar ke Buletin Mingguan Gratis kami

Silakan periksa kotak masuk Anda untuk mengaktifkan langganan Anda. Terima kasih!

Puisi-puisi Sappho lainnya hanya bertahan dalam bentuk fragmen-fragmen saja, namun banyak dari fragmen-fragmen ini memberikan pembaca wawasan mengenai kehidupan pribadi sang penyair, mirip dengan Ode to Aphrodite. Karena panjangnya fragmen-fragmen ini dan ketidakpastian narator, muncul spekulasi mengenai tokoh-tokoh tertentu yang muncul kembali di antara fragmen-fragmen tersebut.

Terkini

PARANGMAYA.COM – Kerajaan Maritim Majapahit bediri diantara beberapa prahara besar. Prahara yang melumat 2 kerajaan Jawa yaitu Singhasari dan Daha. Ditambah dengan pengusiran ekspansi imperium mongol ke tanah Jawa. Ketiga prahara diatas, dinahkodai oleh begawan politik, bernama Arya Wiraraja. Arya Wiraraja bukanlah politilisi murahan, yang hanya memburu harta maupun jabatan. Baginya politik itu adalah pertaruhan […]

...