Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Roy Suryo

PARANGMAYA – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo menyoroti terkait berkibarnya logo PBSI saat Indonesia jadi Juara Thomas Cup minggu malam. Bendera Merah Putih yang seharusnya berkibar saat Indonesia menjuarai piala Thomas justru tidak dikibarkan, dan diganti dengan logo PBSI.

Dia menjelaskan bahwa kejanggalan tersebut disebabkan oleh “kita memang sedang disanksi WADA (World Anti Doping Agency),”ungkapnya.

Roy tetap mengucapkan selamat atas kesuksesan Indonesia merebut kembali Piala Thomas. Namun, dia juga menyayangkan ketika “Bendera Merah Putih tidak bisa dikibarkan (& digantikan Logo “PBSI”),”tukasnya.

“Selamat & Sukses berhasil merebut Piala Thomas kembali. Sayang sekali Bendera Merah Putih tdk bisa dikibarkan (& digantikan Logo “PBSI”) karena kita memang sedang disanksi WADA (World Anti Doping Agency) sbgmn yg saya tulis tempo hari. Alhamdulillah Lagu “Indonesia Raya” boleh,”

Dia menuliskan hal itu pada akun twitter pribadinya @KRMTRoySuryo2 pada Minggu, tanggal 17 Oktober 2021.

Roy mendesak Menpora mengevaluasi dengan serius Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan khususnya Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI).

Dia menilai bahwa LADI yang dalam kurun waktu setahun ini berganti-ganti pengurus hingga tiga kali.

Roy mengungkit tentang, rintisan LAB Anti Doping di ITB yang sudah dijalankan pada tahun 2013. Dia menyebutkan rintisan tersebut merupakan kerjasama antara ITB dan British.

Pada penghujung redaksinya, dia menjelaskan bahwa persoalan sangsi tersebut, adalah persoalan serius. Karena berdampak langsung kepada keberlangsungan atlet-atlet Indonesia.

“Pemerintah dlm hal ini Kemenpora, harus Evaluasi serius KOI & khususnya LADI (yg setahun ini gonta-ganti Pengurus sampai 3x). Padahal dulu th 2013 saja kita malah sudah merintis Lab Anti Doping di ITB & kerjasama dgn British. Salilagi ini Serius, kasihan Nasib Atlet2 kita. AMBYAR,”ungkapnya.

***

Sumber : Twitter

Artikel Terkait

Terkini Teraktual

Nawala / Newsletter