Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Ilustrasi Cicero

PARANGMAYA.COM – M.Tullius Cicero merupakan pemikir yang menjadi perantara bagi pentranmisian konsep-konsep Yunani dan Romawi bagi Eropa abad Pertengahan. Dia memegang jabatan strategis mulai dari gubernur , konsul dan senator. Dia mengawali karir politiknya sejak usaia 23 tahun.

Pemikiran Politik Romawi

Cicero dikenal lewat upaya kerasnya memperbaiki konstitusi Romawi yang ingin disepadankan seperti era kejayaan Scipio Africanus gagal total. Pengaruh tulisannya bertahan cukup lama pada masanya.

Dasar pemikirannya bersebrangan dengan doktrin negara idealnya Plato dengan model polity-nya. Cicero memandang berdasarkan historis dan empiris.

Dia melabuhkan tauladan pemerintah yang eksis dan sangat baik pada saat republik Romawi berada dalam periode klasik. Dia melihat konstitusi suatu negara sebagai suatu pertumbuhan organik dengan pengalaman dan kemajuan dalam pengetahuan pada masanya.

Dia tidak sejalan dengan penyempurnaan tujuan persemakmuran seperti miliknya Plato, akan tetapi negara riil yang memiliki kekuatan. Hal inilah yang dipakai sebagai obyek pelacakan pemikirannya.

Negara dan Idealitas

Negara dalam pandangan Cicero adalah milik Rakyat. Rakyat yang dimaksut olehnya adalah kumpulan orang dalam jumlah besar yang diikat dengan kesepakatan akan keadilan dan kemitraan untuk kebaikan bersama.

Dia menjelaskan bahwa pemerintahan yang absah adalah ketikan penguasanya mendapatkan persetujuan rakyat, prinsip keadilandan kebaikan bagi masyarakat. mengapa legitimasi sebuah negara ditautkan dengan pengakuan rakyat terhadap pemimpinnya? Karena pada dasarnya tujuan kelahiran negara adalah membantu manusia dalam tugas pencukupan diri dan mengupayakan kebaikan bersama.

Artikel Terkait

Terkini Teraktual