Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Ilustrasi Santan Kelapa

PARANGMAYA – Kepala Karantina Pertanian Palembang, Hafni Zahara menerangkan bahwa Provinsi Sumatra Selatan, berhasil meningkat volume ekspor, dan perluasan pasar. Dia mencatat ekspor santan kelapa, dari Sumsel sebanyak 1,55 ribu ton. Jumlah tersebut senilai Rp 10,337 miliar, dengan frekuensi sebanyak 31 kali.

Saat ini Badan Karantina Pertanian (Barantan), lewat Karantina Pertanian Palembang telah mensertifikasi ekspor santan kelapa, sejumlah 132 ton. Jumlah tersebut menyasar pasar di negara Hongkong, dengan nilai mencapai Rp 1,490 miliar.

“Hafni Zahara, Kepala Karantina Pertanian Palembang menyampaikan bahwa ekspor produk olahan kelapa ini dapat mendorong semangat para pelaku bisnis di Provinsi Sumatera Selatan. Meskipun ditengah pandemi, selain dapat meningkatkan volume ekspor dan perluasan pasar, ekspor santan kelapa juga dapat membantu pemulihan ekonomi nasional, tambahnya, Sebagaimana dilansir dari situs Karantina Pertanian, pada Senin, tanggal 8 Agustus 2021.

Selain itu, berdasarkan data sistem perkarantinaan, IQFast, Karantina Pertanian Palembang mencatat, untuk periode Januari-Desember 2020. Ekspor santan kelapa dari Sumsel sebanyak 1,55 ribu ton, senilai Rp 10,337 miliar dengan frekuensi sebanyak 31 kali. Negara yang menjadi tujuan ekspor rutin komoditas santan kelapa Indonesia adalah Tiongkok, Hongkong.

Pada kesempatan berbeda Subkoordinator Karantina Tumbuhan, Syafriandi juga mengatakan bahwa produk turunan, yaitu kelapa bulat mampu menambah nilai komoditas pertanian.

“Dalam upaya peningkatan nilai ekspor, kami terus mendorong eksportir. Produk turunan terutama dari kelapa bulat bisa menambah nilai komoditas pertanian,” ucapnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan dokumen oleh Pejabat Karantina Palembang, Usna Hety dan Okta Kurniawan Hijas.***

 

Sumber : Karantina Pertanian

Artikel Terkait

Terkini Teraktual

Nawala / Newsletter