Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Ilustrasi Erupsi Gunung Berapi

PARANGMAYA – Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapo Bali, A.P.,M.T melaporkan, bahwa lontaran lava pijar erupsi Gunung Ile Lewotolok, telah memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar lereng. Karhutla yang terbakar itu,  berada di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemerintah Kabupaten Lembata menyampaikan keterangan tersebut pada, Kamis, tanggal 29 Juli 2021, sebagaimana dilansir dari situs resmi bnpb.go.id. Walaupun upaya pemadaman terus di;lakukan, tapi api kebakaran belum mampu dijinakkan. Petugas setempat mengalami kesulitan, karena upaya pemadaman dilakukan dengan manual, walaupun sudah  dibantu masyarakat setempat.

“Keterbatasan peralatan pendukung dan kendala fisik di lapangan, termasuk titik-titik api tersebut masih berada dalam kawasan rawan bencana, radius 3 km dari puncak gunung,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah setempat juga telah meminta dukungan dari BPBD Provinsi NTT,  untuk pemadaman udara dengan helikopter. Harapannya, lewat pengeboman air atau water-bombing, pemadaman dapat dilakukan dengan efektif, dan menghindari risiko korban jiwa. Karena lokasi kebakaran itu, berada pada radius berbahaya erupsi gunung api.

Kepala BNPB setampat langsung mengambil langkah daerurat, dan telah memerintahkan jajarannya, untuk menerbangkan  helikopter water-bombing dalam pemadaman.

Berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada 28 Juli 2021, pukul 00.00 – 06.00 Wita, Gunung Ile Lewotolok mengalami erupsi yang disertai dentuman kuat dan lontaran lava pijar. Material vulkanik terlontar hingga 700 – 800 meter ke arah selatan-barat daya. Saat itu, terlihat kepulan asap kawah berwarna putih, dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal serta tinggi sekitar 50 hingga 1.000 meter dari puncak gunung.

Kekhawatiran berikutnya adalah resiko ancaman terhadap rumah-rumah adat, lahan dan pemukiman warga setempat.

Kondisi aktivitas vulkanik tercatat masuk ditingkat III atau ‘Siaga’ sehingga perlu dicermati para petugas dan warga yang melakukan pemadaman api. Terkait dengan aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok, PVMBG merekomendasikan antara lain, masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak gunung.

Hingga saat ini BNPB terus memonitor kondisi penanganan karhutla dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lembata.***

 

Sumber : bnpb.go.id

Artikel Terkait

Terkini Teraktual

Nawala / Newsletter