Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

instagram fadli zon

PARANGAMAYA –  Anggota DPR RI, Fadli Zon angkat bicara terkait penyerangan dan teror kepada Ustadz maupun Imam. Dia langsung menyuguhkan dua fenomena penyerangan, atau teror yang sering dilabeli bertolak belakang. Padahal kedua fenomena tersebut sama-sama berupa penyerangan terhadap simbol-simbol agama.

Fadli mengatakan bahwa “Pelaku penyerangan dan teror terhadap Ustadz atau Imam atau simbol-simbol Islam sering dilabel “orang gila” katanya. Namun, sebaliknya pelaku penyerangan  dan teror “terhadap simbol-simbol agama lain langsung dicap “teroris”,”ungkapnya.

“Pelaku penyerangan dan teror terhadap Ustadz atau Imam atau simbol2 Islam sering dilabel “orang gila”,” ungkapnya.

Dia menuliskan kontra narasi tersebut, pada akun twitter pribadinya @fadlizon pada Senin, tanggal 20 September 2021.

“Sementara kalau ada serangan terhadap simbol2 agama lain langsung dicap “teroris”,”tegasnya.

Fadli juga menanyakan “Lalu “orang gila” bisa diinterogasi dimintai keterangan?,”tegasnya.

Pertanyaan pada redaksi akhir kalimatnya itu, terkait pernyataan pihak berwajib, bahwa pelaku penyerangan Ustadz Abu Sahid Chaniago, di Batam dilakukan oleh orang dengan gangguan jiwa.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa Ustadz Abu Sahid Chaniago, diserang ketika melakukan ceramah di Masjid Baitusyakur, Batuampar, Batam.

***

 

Sumber : Twitter

Artikel Terkait

Terkini Teraktual

Nawala / Newsletter