Gagal Tangani Pandemi! Ratusan Demontran di Malaysia Tuntut PM Muhyiddin Yassin Mundur

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Ilustrasi Demontrasi

PARANGMAYA – Ratusan Demonstran turun ke jalan di Malaysia. Mereka menuntut PM Muhyiddin Yassin mengundurkan diri karena penanganan pandemi virus corona.

Ratusan warga  Malaysia unjuk rasa anti-pemerintah pada hari Sabtu. Para pengunjuk rasa, mengenakan topeng dan menjaga jarak satu sama lain, melambaikan spanduk bertuliskan “pemerintah yang gagal” serta bendera hitam.

Peristiwa Itu merupakan demonstrasi besar pertama di Malaysia, karena banyak yang enggan turun ke jalan karena pembatasan terkait COVID-19, dan karena takut terinfeksi.

“Kami berjuang karena sementara rakyat menderita, pemerintah sibuk bermain politik,” kata Karmun Loh, yang ikut serta dalam protes di pusat kota Kuala Lumpur, kepada kantor berita AFP. “Pemerintah ini … melumpuhkan ekonomi dan juga menghancurkan demokrasi negara kita.”katanya, sebagaimana dilansir dari Al Jazeera pada Sabtu, tanggal 31 Juli 2021.

Muhyiddin “adalah perdana menteri yang mengerikan”, tambah demonstran Shaq Koyok. “Dia harus turun.”

Terlihat banyak polisi dan petugas sedang memblokir para pengunjuk rasa, untuk memasuki alun-alun pusat sebelum rapat umum dibubarkan dengan damai.

Penyelenggara mengatakan sekitar 1.000 demonstran ambil bagian tetapi polisi menyebutkan jumlahnya sekitar 400.

Polisi mengatakan kepada media lokal bahwa para pengunjuk rasa akan dipanggil, untuk diinterogasi karena mereka telah melanggar larangan berkumpul.

Muhyiddin mengambil alih kekuasaan, di kepala koalisi yang dilanda skandal tahun lalu tanpa pemilihan setelah runtuhnya pemerintahan reformis. Namun, pemerintahannya berada di ambang kehancuran setelah sekutu menarik dukungan.

Dia mendapat tekanan baru untuk mundur minggu ini, setelah parlemen bersidang setelah penangguhan selama berbulan-bulan sebagai bagian dari keadaan darurat virus.

Pemerintahnya dituduh menghindari pemungutan suara, yang akan menguji mayoritasnya yang goyah – menarik teguran langka dari raja yang dihormati di negara itu.

Minggu adalah hari terakhir, dari keadaan darurat enam bulan, tetapi penguncian nasional akan tetap berlaku.

Malaysia telah melaporkan hampir 1,1 juta kasus virus dan lebih dari 8.800 kematian.

***

 

Sumber : Al Jazeera

Baca Juga :

Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Sign Up for Newsletter

Dapatkan update artikel terkini dari Parangmaya

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

Pesan Sekarang