Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Twitter_Said Didu

PARANGMAYA -Mantan Sekrestaris Kementrian BUMN, Said Didu menampik tudingan mentri BUMN Erick Thohir terkait kerugian Garuda Indonesia. Erick Thohir menyatakan bahwa “Sejak awal Garuda, bisnis modelnya sudah salah dan ini sudah berlanjut puluhan tahun dan meledaknya sekarang karena apa? Covid-19 juga,” kata Erick Thohir (15/11/2021).

Erick Thohir mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara Kick Andy Show,pada Senin, 15 November 2021.

Tudingan Erick tersebut sontak ditampik oleh Said Didu, melalui akun twitter pribadinya @msaid_didu selang sehari pada Selasa, tanggal  16 November 2021.

Dia mengatakan bahwa “Semua masa lalu puluhan tahun salah ?,” dengan nada keheranan. Padahal “setelah diperbaiki 2005 – Garuda untung besar,”tegasnya.

Argumentasi dari Said ini cukup berdasar, karena  PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada tahun 2012 telah meraup laba sebesar USD 145,4 juta, atau sekitar Rp 1,45 triliun. Sedangkan pada tahun 2011 capaian labanya sebesar USD 72,7 juta atau sekitar Rp 707 miliar. Dalam periode 2011-2012 kelipatan keuntungannya sebesar 100 persen.

Catatan lainnya adalah, Garuda Indonesia, juga berhasil membukukan Pendapatan Operasi (Operating Revenue) hingga mencapai USD 3,47 juta, atau sekitar Rp Rp 34 miliar pada 2012. Pendapatan operasional ini meningkat 12,1 persen dibanding 2011. Sedangkan laba Operasi (Income from Operations) juga meningkat 82 persen.

Pada Tahun 2013 PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) juga masih berhasil meraup laba sebesar US$ 11,2 juta atau sekitar Rp 112 miliar. Padahal, tahun itu harga avtur melambung akibat pelemahan nilai tukar rupiah.

Said melanjutkan bahwa Garuda Indonesia justru “Rugi besar mulai 2014 – sebelum pandemi,”tegasnya.

“Semua masa lalu puluhan tahun salah ? Setelah diperbaiki 2005 – Garuda untung besar. Rugi besar mulai 2014 – sebelum pandemi. Semoga kehebatan Bapak menyalahkan puluhan tahun masa lalu akan mampu membuat BUMN makin jaya – bukan makin banyak yang rugi dan makin banyak utang,”paparnya.

***

Sumber : Twitter

Artikel Terkait

Terkini Teraktual

Nawala / Newsletter