Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Erupsi Semeru

PARANGMAYA – BNPB melaporkan pertambahan jumlah korban tewas akibat erupsi semeru sebanyak 22 orang. Sedangkan jumlah warga yang hilang berjumlah 22 orang dan 56 mengalami luka-luka.

Data tersebut dimutakhirkan pada pukul 20.15 WIB, pada Senin tanggal 6 Desember 2021. Sedangkan saat ini, jumlah populasi terdampak mencapai 5.205 jiwa, dan warga pengungsi sebanyak 2.004.

Warga yang teridentifikasi meninggal duni antara lain : (1) 14 orang dari Kecamatan Pronojiwo (2) 8 orang di Kecamatan Candipuro.

Pengungsi yang berjumlah 2.004 orang tersebar di 19 titik pengungsian. Titik-titik pengungsian tersebut berada di tiga kecamatan, antara lain : (1) Kecamatan Pronojiwo (2) Candipuro (3) Pasirian.

Pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Candipuro dengan jumlah 1.136 jiwa.  Disusul jumlah pengungsi yang menempati Kecamatan Pasirian sebanyak 563. Selanjutnya pengungsi di Kecamatan Pronojiwo 305, sebagaimana dilansir dari situs resmi bnpb.go.id pada tanggal 6 Desember 2021.

Pertama, Kecamatan Candipuro menempatkan titik pengungsian antara lain : (1) Balai Desa Sumberwuluh, Balai Desa Penanggal (2)Balai Desa Sumbermujur (3) Dusun Kampung Renteng di Desa Sumberwuluh (4) Dusun Kajarkuning di Desa Sumberwuluh (5) Kantor Camat Candipuro.

Kedua, Kecamatan Pasirian titik pengungsiannya antara lain : (1) Balai Desa Condro (2) Balai Desa Pasirian (3) Masjid Baiturahman Pasirian (4) Masjid Nurul Huda Alon Pasirian.

Ketiga, Kecamatan Pronojiwo titik pengungsiannya antara lain : (1) SDN Supiturang 04 (2) Masjid Baitul Jadid di Dusun Supiturang, (3) SDN Oro Oro Ombo 3 (4) SDN Oro Oro Ombo 2 (5) Masjid Pemukiman Dusun Kampung Renteng di Desa Oro Ombo (6) Balai Desa Oro Oro Ombo (7) Balai Desa Sumberurip, SDN Sumberurip 2 (8) dan rumah-rumah kerabat di Dusun Kampung Renteng  (9)Dusun Sumberbulus yang terletak di Desa Oro Oro Ombo.

Erupsi Gunung Semeru juga mengakibatkan kerusakan di sektor pemukiman, pendidikan maupun sarana dan prasarana. Posko masih terus melakukan pemutakhiran atas dampak kerugian material.

Data sementara mencatat bahwa rumah terdampak sejumlah 2.970 unit, fasilitas pendidikan 38 unit dan jembatan Jembatan Gladak Perak putus 1 unit.

Sedangkan saat ini jumlah personel gabungan sudah mencapai 985 orang. Seluruhnya berbagi tugas dan upaya penanganan darurat.

Saat ini fokus pada pencarian, evakuasi dan pelayanan dasar warga terdampak. Sejumlah peralatan diterjunkan, untuk membantu proses pencarian warga yang diduga masih hilang.

Peralatan tersebut berupa 3 unit helikopter, ditambah oleh PMI yang mendorong 2 unit hagglund yang dapat menembus medan berat di lokasi terdampak material vulkanik.***

Sumber : BNPB