Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Pic Masjid Al Aqsa

PARANGMAYA – Juru bicara Hamas di Yerusalem, Muhammad Hamada mengatakan bahwa pejuang kemerdekaan berhasil membalas tentara pendudukan Israel di Yerusalem pada hari Minggu. Agresifitas tentara pendudukan Israel di Yerusalem memicu perlawan dari para pejuang kemerdekaan.

Aksi perlawanan pejuang kemerdekaan tersebut, dipuji oleh Hamas. Dia menjelaskan bahwa operasi itu merupakan respons alami atas kejahatan Israel. Pada operasi perlawanan tersebut, melukai beberapa tentara Israel dan menewaskan 1 tentara Israel.

Dia mengatakan bahwa operasi itu adalah “pesan penyusupan ke musuh, yang meninggalkan luka dalam dalam pendudukan.” Dia menambahkan bahwa “operasi akan berlanjut sebagai pembalasan atas upaya untuk menodai masjid Al Aqsa, upaya pemukim untuk melakukan Yudaisasi.”

Gerakan Perlawanan Rakyat memuji operasi itu dan memberi hormat kepada pelaksananya. Ini juga menyerukan untuk meningkatkan aktivitas perlawanan terhadap tentara Israel di seluruh area antarmuka.

Sementara itu, Gerakan Jihad Islam menekankan bahwa operasi itu adalah “respons alami terhadap eskalasi terorisme pemukim dan tentara dan eskalasi serangan dan kebijakan pembongkaran dan pemindahan pemerintah pendudukan terhadap penduduk Yerusalem.”

“Pendudukan bertanggung jawab penuh atas akibat dari kebijakannya.” Sebagaimana dilansir dari Quds News Network pada Minggu, tanggal 20 November 2021.

Ia menambahkan bahwa, operasi tersebut membuktikan bahwa rakyat Palestina terus memanfaatkan perlawanan, dan mengadopsinya untuk memerangi pendudukan.

Gerakan Al Mujahidin menyerukan peningkatan operasi, terhadap tentara zionis dan pemukim di Yerusalem dan Tepi Barat.

Juga, gerakan Al Ahrar mengatakan bahwa, peningkatan operasi heroik di Tepi Barat dan Yerusalem menunjukkan bahwa perlawanan masih hidup.

“Operasi tersebut merupakan pesan kepada penjahat Inggris dan PA, yang bekerja keras untuk menyingkirkan senjata perlawanan di Jenin, bahwa perlawanan adalah pilihan strategis rakyat kami untuk mencapai tujuannya dan menghadapi pendudukan”, tambahnya.

Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP) juga memuji operasi perlawanan dan mengatakan itu adalah “respon alami terhadap kejahatan entitas zionis, yang terbaru adalah kematian tahanan Sami al Omour karena kebijakan kelalaian medis.”katanya.***

Sumber : Quds News Network