Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Gunung Tambora

PARANGMAYA – Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai busur gunung api terpanjang di dunia. Pasalnya, Indonesia memiliki 127 gunungapi aktif.

Jumlah tersebut, menyumbang 13% gunung api aktif di dunia. Sehingga Indonesia menjadi negara yang memiliki gunung api terbanyak di dunia.

Tercatat 60% dari jumlah tersebut, merupakan memilki potensi bahaya cukup besar bagi penduduk yang ada di dekatnya.

Indonesia memiliki beragam tipe gunung api. Diantaranya adalah gunung api tipe-A sebanyak 79 buah. Kategori ini merujuka kepada gunung api yang pernah mengalami erupsi sekurang-kurangnya satu kali sesudah 1600 Masehi.

Gunung api tipe A tersebar di kepulauan antara lain : (1) Pulau Jawa sejumlah 21 gunung api (2) Pulau Nusa Tenggara sebanyak 19 gunung api (3) Kepualuan Maluku sebanyak 13 gunung api (4) Sumatra sebanyak 13 gunung api (5) Kepualauan Sulawesi memiliki 11 gunung api (6) Kepulauan Bali memiliki 2 gunung api.

Rata-rata setiap provinsi tersebut memiliki lebih dari satu gunung api aktif yang berpotensi dapat meletus.

Gunung api tipe-B sebanyak 28 buah. Pada kelompok ini dikategorikan Gunung api yang belum mengalami erupsi magmatik sesudah 1600 Masehi. Namun, masih memperlihatkan gejala kegiatan misalnya solfatara dan fumarola.

Gunung api tipe-C sebanyak 20 buah. Gunungapi ini termasuk erupsinya tidak diketahui dalam sejarah manusia. Namun, masih terlihat tanda-tanda kegiatan masa lampau berupa lapangan fumarola.

Seperempat gunung api di Indonesia berada di utara Busur Sunda. Persebarannya memanjang dari utara Pulau Sumatera ke arah Laut Banda dengan situasi tektonik yang rumit.

Terdapat beberapa lempeng kecil mengarah ke selatan sampai ke utara, sehingga menyebabkan adanya gunungapi di wilayah ini seperti, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara dan di Halmahera.

Gunungapi di Laut Banda terjadi karena zona subduksi Lempeng Pasifik di bawah Lempeng Eurasia.

Gunung Kerinci Sumatra

Pixabay_Gunung Kerinci

Sebaran Gunung Api di Indonesia

Sedangkan pola penyebaran gunungapi Indonesia terbagi atas 5 segmen antara lain: (1) Segmen Busur Sumatera (2) Segmen Busur Sunda (3) Segmen Busur Banda (4) Segmen Busur Sulawesi (5) Segmen Busur Talaud.

Berdasarkan kerapatan penyebaran gunungapi, segmensegmen tersebut dapat dibagi lebih lanjut atas 15 sub segmen sebagai berikut: Pertama, segmen Busur Sumatera terdiri atas Sub segmen Seulawah, Toba, Kerinci dan Dempo

Kedua, segmen Busur Sunda terdiri dari Sub segmen Panggrango, Papandayan, Slamet, Semeru, Rinjani dan Kelimutu

Ketiga Segmen Busur Banda hanya terdiri dari satu segmen

Keempat, segmen Talaud terdiri dari Sub segmen Dukono dan Gamalama

Kelima, segmen Busur Sulawesi terdiri atas Sub segmen Soputan dan Karangetang, serta gunungapi Colo yang terpisah. Masing-masing segmen dan sub segmen mempunyai kecenderungan kekhasannya.

Berdasarkan data seismik memperlihatkan adanya perbedaan nilai seismisitas pada setiap perubahan segmen maupun sub segmen.

Segmentasi berkaitan dengan perubahan pada karakter lempeng yang bersubduksi. Berkenaan dengan hal tersebut dapat dipastikan kecepatan dan sudut penunjaman subduksi di setiap segmen maupun sub segmen berbeda secara signifikan.

Gunung Rinjani NTB

Pixabay_Gunung Rinjani NTB

Kajian Umum Gunung Api

Gunung api adalah lubang kepundan atau rekahan dalam kerak bumi tempat keluarnya cairan magma atau gas atau cairan lainnya ke permukaan bumi. Material yang dierupsikan ke permukaan bumi umumnya membentuk kerucut terpancung.

Gunungapi diklasifikasikan ke dalam empat sumber erupsi, yaitu erupsi pusat, erupsi samping, erupsi celah dan erupsi eksentrik.

Pertama, Erupsi pusat merupakan erupsi keluar melalui kawah utama.

Kedua, Erupsi samping merupakan erupsi keluar dari lereng tubuhnya.

Keempat, Erupsi celah merupakan erupsi yang muncul pada retakan / sesar dapat memanjang sampai beberapa kilometer.

Kelima, Erupsi eksentrik merupakan erupsi samping tetapi magma yang keluar bukan dari kepundan pusat yang menyimpang ke samping melainkan langsung dari dapur magma melalui kepundan tersendiri.

Berdasarkan hasil kajian risiko bencana yang disusun oleh BNPB pada tahun 2015, terlihat bahwa jumlah jiwa terpapar risiko bencana erupsi gunung api banyak tersebar pulau Jawa, Bali dan Nusa Tengara dengan total seluruh Indonesia melebihi 3 juta jiwa.

Gunung Semeru Jatim

Pixabay_Gunung Semeru

***

Sumber : BNPB

Artikel Terkait

Terkini Teraktual