Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Ilustrasi Banjir

PARANGMAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu melaporkan sedikitnya 12 desa yang terkena dampak atas bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Walenrang Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan

BPBD dan tim gabungan, banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Luwu, mencatat bahwa sebanyak 12 desa yang merasakan dampak musibah bencana tersebut.

Tercatat 12 desa tersebut antara lain:  (1) Kelurahan Bulo di Kecamatan Walenrang (2) Desa Ilan Batu di Kecamatan Walenrang Barat (3) Desa Sangtandung di Kecamatan Walenrang (4) Desa Bolong di Kecamatan Walenrang Utara (5) Desa Kendekan (6) Desa Rante Damai (7) Desa Taba di Kecamatan Walenrang Timur (8) Desa Seba-Seba di Kecamatan Walenrang Timur (9) Kemudian Desa Seriti di Kecamatan Lemasi Timur (10) Desa Pelalan di Kecamatan Lemasi Timur (11) Desa Pompengan di Kecamatan Lemasi Timur (12) Desa Pompengan Timur di Kecamatan Lemasi Timur.

Sedangkan tercatat 4 tewas, 169 jiwa mengungsi, 771 KK/3.084 jiwa terdampak. Ditambah dengan 165 KK terisolir dan 20 orang sempat dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan intensif, sebagaimana dilansir dari situs resmi bnpb.go.id pada Rabu, tanggal 6 Oktober 2021

Selain itu rumah yang terdampak banjir mencapai  771 unit. Sedangkan  5 unit rumah mengalami rusak berat, 2 unit rumah terancam longsor, 15 hewan ternak hanyut, 1.432 hektar lahan pertanian dan perkebunan terdampak serta 14 titik tanggul dengan total sepanjang 150 meter jebol.

Pihak BPBD saat ini fokus ke titik lokasi terisolir dan menyalurkan bantuan di wilayah tersebut.

Perkembangan terakhir terdapat 6 desa yang terisolir kini telah dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda dua. Dan masih terdapat satu dusun di Desa Sangtandung yang masih terisolir.

“Masih terdapat 1 Dusun terisolir di Desa Sangtandung, Kecamatan Walenrang Utara,” tulis Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Kabupaten Luwu, Rahman Mandaria melalui teks Selasa (5/10/2021)

BPBD Kabupaten Luwu terus mengupayakan agar akses yang tertutup lumpur menuju wilayah yang masih terisolir tersebut dapat segera dibuka kembali dengan bantuan alat berat.

Langkah-langkah percepatan penanganan, melalui upaya koordinasi dengan unsur terkait, mendirikan posko darurat utama dan dapur umum serta mendistribusikan bantuan logistik dan kebutuhan dasar lainnya.

Kondisi mutakhir saat ini banjir telah surut di beberapa titik namun masih menyisakan lumpur. Jaringan telekomunikasi juga terhambat, terutama di wilayah Kecamatan Walenrang Barat. Sementara itu, wilayah Desa Ilan Batu di Kecamatan Walenrang Barat dan Desa Sangtandung di Kecamatan Walenrang Utara masih mengalami padam listrik.

Beberapa warganet juga ikut memposting kejadian banjir bandang tersebut, pada akun media sosial twitter miliknya. Postingan tersebut berisi video pendek peristiwa banjir bandang dan tanah longsor di lokasi tersebut

 

Sumber : BNPB dan Twitter

Artikel Terkait

Terkini Teraktual

Nawala / Newsletter