Twitter_Pic Pengungsi Anak

Twitter_Pic Pengungsi Anak

PARANGMAYA.COM – Dalam sepekan terakhir, lebih dari satu juta pengungsi terpaksa mengungsi dari Ukraina untuk mencari keselamatan dan perlindungan. Ratusan ribu di antaranya adalah anak-anak. Di antara mereka yang melarikan diri, banyak yang tidak ditemani atau terpisahk dari orang tua atau anggota keluarga mereka.

Anak-anak tanpa pengasuhan orang tua berada pada risiko tinggi kekerasan, pelecehan dan eksploitasi. Ketika anak-anak ini dipindahkan melintasi perbatasan, risikonya berlipat ganda. Risiko perdagangan juga meningkat dalam keadaan darurat.

UNICEF dan UNHCR mendesak semua negara tetangga dan yang terkena dampak, untuk memastikan identifikasi dan pendaftaran segera anak-anak tanpa pendamping dan terpisah yang melarikan diri dari Ukraina, setelah mengizinkan mereka mengakses wilayah mereka, sebagaimana dilansir dari laman resmi UNHCR pada Senin, tanggal 7 Maret 2022.

Negara harus menawarkan ruang yang aman bagi anak-anak dan keluarga segera setelah penyeberangan perbatasan, dan menghubungkannya dengan sistem perlindungan anak nasional.

Keadaan darurat saat ini juga memerlukan perluasan kapasitas pengaturan perawatan darurat dengan pengasuh yang disaring serta layanan penting lainnya untuk perlindungan anak-anak, termasuk terhadap kekerasan berbasis gender, serta pelacakan keluarga dan mekanisme reunifikasi.

Baca juga:  Gedung Putih Salahkan Facebook dan YouTube Karena Sebarkan Informasi Salah Soal Vaksin

Untuk anak-anak yang telah mengungsi melintasi perbatasan tanpa keluarga mereka, pengasuhan sementara atau pengasuhan berbasis masyarakat lainnya melalui sistem pemerintah menawarkan perlindungan penting.

Adopsi tidak boleh terjadi selama atau segera setelah keadaan darurat. Setiap upaya harus dilakukan untuk menyatukan kembali anak-anak dengan keluarga mereka bila memungkinkan, jika reunifikasi tersebut adalah demi kepentingan terbaik mereka.

Related Post