54 Menteri Lingkungan Afrika Setujui Penanganan 3 Krisis Lingkungan di Dunia, Simak Isi Penjelasannya !

Pixabay_Ilustrasi Perubahan Iklim

Pixabay_Ilustrasi Perubahan Iklim

PARANGMAYA – 54 Menteri Lingkungan Afrika menyetujui peningkatkan respons benua, terkait percepatan program pemulihan hijau dan berkelanjutan. Persetujuan ini dala rangka mengatasi tiga krisis antara lain: (1) Perubahan iklim (2) Hilangnya keanekaragaman hayati (3) Polusi.

Persetujuan ini disampaikan, dalam Konferensi Tingkat Menteri Afrika tentang Lingkungan (AMCEN), yang digelar secara virtual pada sesi ke-18.

adsbygoogle


Perwakilan pemerintah Afrika mengulangi penegasannya, tentang komitmen dan upayanya agar pulih dari dampak pandemi COVID-19, dengan memprioritaskan langkah-langkah pemulihan hijau dan berkelanjutan. Dan dapat memberikan manfaat bersama, bagi ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Presiden AMCEN dan Menteri Lingkungan Hidup Senegal, HE Abdou Karim Sall, mengatakan, “Adalah kepentingan Afrika dan kepentingan rakyat kita bahwa masalah lingkungan diberi perhatian yang layak mereka dapatkan, terutama mengingat dampak COVID-19,”tuturnya.

“Ini bukan hanya kesempatan tetapi kewajiban, bahwa kami para Menteri Afrika yang bertanggung jawab atas lingkungan mengambil tanggung jawab untuk memastikan bahwa sarana yang diperlukan disediakan untuk menerjemahkan tujuan AMCEN menjadi tindakan mendesak,” tambahnya.

Para Menteri berkomitmen untuk memastikan pendekatan multilatera, dan efektif untuk mengatasi perubahan iklim melalui Konvensi Kerangka Kerja PBB, tentang Perubahan Iklim ( UNFCCC ), Protokol Kyoto dan Perjanjian Paris.

Mereka juga menegaskan kembali komitmennya, untuk memastikan pelaksanaannya sejalan dengan prinsip-prinsip Konvensi, sambil menekankan akses, yang adil pada pembangunan berkelanjutan, pengentasan kemiskinan dan pengakuan kebutuhan khusus negara-negara Afrika.

Pada konferensi tingkat tinggi, yang diadakan secara virtual dengan tema “ Mengamankan kesejahteraan dan keberlanjutan masyarakat di Afrika” , para Menteri menyerukan pemulihan yang berpusat pada masyarakat yang mempercepat penciptaan lapangan kerja dan peningkatan mata pencaharian, sebagaimana dilansir situs resmi UNEP pada Kamis, tanggal  16 September 2021.

Benua tersebut telah mengalami dampak sosial dan ekonomi yang parah akibat pandemi COVID-19. Ini telah mempengaruhi pasar yang sudah sangat bergejolak, menyusutkan PDB benua hingga 3,4% dengan perkiraan kerugian antara $173,1 miliar dan $236,7 miliar untuk tahun 2020–2021 .

Para menteri mencatat bahwa pandemi telah menghambat kapasitas negara-negara Afrika untuk menanggapi krisis perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati dan polusi, yang telah berdampak parah di banyak bagian benua.

Terkini

PARANGMAYA.COM – Kerajaan Maritim Majapahit bediri diantara beberapa prahara besar. Prahara yang melumat 2 kerajaan Jawa yaitu Singhasari dan Daha. Ditambah dengan pengusiran ekspansi imperium mongol ke tanah Jawa. Ketiga...