Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Ilustrasi Perempuan Hamil

PARANGMAYA – Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat – Centers for Disease Control (CDC) merekomendasikan, wanita hamil untuk disuntik vaksin COVID-19. Wanita hamil dapat menerima, salah satu dari tiga vaksin yang diberikan izin darurat, yaitu Pfizer (PFE.N) , Moderna (MRNA.O) atau Johnson & Johnson (JNJ.N).

“Kami ingin meningkatkan itu,” kata Ellington, mencatat bahwa badan tersebut sedang mengerjakan strategi untuk membuat dokter kandungan dan ginekolog menjadi penyedia vaksin. “Kami ingin perempuan dilindungi. Kami tidak melihat sinyal keamanan apa pun sehingga manfaat vaksinasi benar-benar lebih besar daripada potensi atau risiko yang tidak diketahui, sebagaimana dilansir dari Reuters pada Rabu, tanggal 11 Agustus 2021.

Saat ini CDC merekomendasikan semua orang yang berusia diatas 12 tahun, untuk divaksinasi COVID-19, tidak terkecuali wanita yang sedang hamil dan menyusui.

Sejauh ini CDC menyatakan, bahwa tidak menemukan masalah keamanan bagi orang hamil.  Hal ini dibuktikan melalui analisis baru, atau studi sebelumnya. Ditegaskan bahwa tingkat keguguran setelah vaksinasi, mirip dengan tingkat yang diharapkan.

Wanita hamil harus divaksinasi COVID-19, berdasarkan analisis baru yang tidak menunjukkan peningkatan risiko keguguran,” katanya.

Sascha Ellington selaku ketua tim untuk tim Kesiapsiagaan, dan Tanggapan Darurat di Divisi Kesehatan Reproduksi CDC, mengatakan bahwa penyerapan vaksin pada wanita hamil rendah, yakni hanya 23% yang menerima satu dosis vaksin.

CDC menilai, bahwa kehamilan meningkatkan risiko penyakit parah, akibat COVID-19. Menurutnya COVID-19 dimasa kehamilan, meningkatkan risiko kelahiran prematur.

“Kami menyadari mitos yang telah menyebar terkait dengan kesuburan. Itu tidak berdasarkan bukti apa pun. Tidak ada sains yang mendukungnya. Kami harap ini membantu.” kata Ellington.

Panduan baru datang ketika kasus dan rawat inap melonjak di seluruh negeri dalam sebulan terakhir. Beberapa rumah sakit di Arkansas, Florida, Louisiana dan Mississippi telah kehabisan tempat tidur, dan wabah menyebar di luar pusat gempa di AS Selatan hingga negara bagian Oregon dan Washington.***

 

Sumber : Reuters