Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Ilustrasi Asap Lava Pijar

PARANGMAYA – Lava pijar yang menghancurkan pulau La Palma, Spanyol akhirnya mencapai Samudra Atlantik. Butuh waktu selama sembilan hari, perjalanan lava pijar dari gunung berapike Samudra Atlantik. Selama lava pijar itu mengalir, telah melumat bangunan dan tanaman yang dilewatinya.

Nampak muncul awan besar dan uap putih mengepul dari daerah Playa Nueva. Akibat lava pijarnya berinteraksi dengan laut.

Para pejabat berwenang mengatakan, bahwa lahar yang mengalir ke laut, dapat memicu ledakan. Tak hanya itu, dapat memicu awan gas beracun. Sehingga layanan darurat di Kepulauan Canary, mendesak penduduk yang masih berada di luar ruangan,  untuk segera mencari tempat perlindungan yang aman. Laporan sementara tidak ada cedera, sebagaimana dilansir dari Reuters pada Rabu, tanggal 29 September 2021.

“Ketika lahar mencapai laut, penguncian harus dipatuhi dengan ketat,” kata Miguel Angel Morcuende, direktur komite respons Pevolca, sebelumnya pada Selasa.

Lava pijar telah mengalir, di sisi barat gunung berapi Cumbre Vieja menuju laut sejak 19 September. Tercatat, telah menghancurkan hampir 600 rumah,  dan perkebunan pisang di La Palma. Wilayah ini bertetangga dengan Tenerife di kepulauan Canary Islands di lepas pantai Afrika Utara.

Ribuan orang telah dievakuasi, dan tiga desa pesisir dikunci pada Senin, untuk mengantisipasi pertemuan lahar di Samudra Atlantik.

Spanyol mengklasifikasikan La Palma sebagai zona bencana pada hari Selasa, sebuah langkah yang akan memicu dukungan keuangan untuk pulau itu.

Pemerintah juga telah mengumumkan paket pertama, sebesar 10,5 juta euro ($ 12,3 juta), yang mencakup sekitar 5 juta euro untuk membeli rumah, dengan sisanya untuk memperoleh furnitur, dan barang-barang rumah tangga penting, kata juru bicara pemerintah Isabel Rodriguez.

Seorang warga yang dievakuasi minggu lalu dari desa Tacande de Arriba senang menemukan rumahnya masih berdiri dan kucing peliharaannya tidak terluka.

“Perasaan yang bagus, perasaan yang fantastis,” kata Gert Waegerle, 75, yang melarikan diri dari lava yang bergerak maju dengan lima kura-kuranya pada hari Jumat tetapi harus meninggalkan kucing-kucing itu.

“Saya sangat senang karena pada akhirnya, semuanya baik-baik saja.”***

 

Sumber : Reuters