'Misi berisiko tinggi' mengirimkan bahan bakar ke Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza utara

1703709558_image770x420cropped.jpg

PARANGMAYA.COM – “Misi berisiko tinggi” yang dilakukan sehari sebelumnya ditandai dengan penundaan di pos pemeriksaan dan jalan rusak parah. Ribuan warga sipil yang kelaparan juga mengepung kendaraan PBB dan truk bahan bakar dalam upaya putus asa untuk mencari makanan dan air, sehingga semakin menunda perjalanan.

Tim tersebut melaporkan bahwa fungsionalitas di rumah sakit tersebut telah meningkat sejak misi kemanusiaan terakhir 10 hari yang lalu, dengan penurunan yang signifikan dalam jumlah pengungsi yang berlindung di sana – dari 40.000 menjadi 10.000.

adsbygoogle


Beberapa layanan beroperasiAl-Shifa memiliki 120 petugas kesehatan dan 300 pasien. Antara lima hingga 10 operasi dilakukan setiap hari, terutama kasus trauma yang memerlukan perawatan segera.

Layanan penting seperti laboratorium dasar dan fasilitas radiologi tetap beroperasi, begitu pula perawatan darurat, unit bedah dengan tiga ruang operasi, perawatan pasca operasi, dan unit dialisis. Rencana sedang dilakukan untuk membuka kembali Unit Perawatan Intensif (ICU) dengan sembilan tempat tidur dalam beberapa hari mendatang.

Namun, tidak ada layanan bersalin atau anak, dan kekurangan dokter spesialis, obat-obatan, dan pasokan medis seperti peralatan ortopedi.

“Unit-unit ini dapat beroperasi kembali, tetapi memerlukan pasokan bahan bakar, oksigen, pasokan medis, dan bantuan lainnya secara konsisten,” kata WHO. Selain itu, pabrik oksigen utama dihancurkan, dan rumah sakit kini mengandalkan pabrik yang lebih kecil.

Layanan kesehatan mendapat kecamanWHO terus menarik perhatian terhadap kondisi buruk sistem layanan kesehatan di Gaza, dimana 14 dari 36 rumah sakit masih berfungsi sebagian setelah hampir empat bulan konflik.

Kehadiran militer yang semakin intensif dan permusuhan di wilayah selatan sangat menghambat pergerakan pekerja kesehatan, ambulans dan mitra PBB, serta kemampuan mereka untuk memasok kebutuhan rumah sakit. Staf lembaga tersebut mengatakan situasi rumah sakit di kota Khan Younis adalah “bencana dan tidak dapat digambarkan”.

WHO juga menyatakan keprihatinannya atas laporan bahwa Rumah Sakit Al-Kheir, sebuah fasilitas kecil yang dikelola LSM, menghadapi serangan militer dan beberapa petugas kesehatan ditahan. Komunikasi dengan rumah sakit tidak lagi memungkinkan.

Staf menggali kuburanKarena perintah evakuasi di lingkungan sekitar Kompleks Medis Nasser – rumah sakit terbesar di selatan – serta permusuhan yang terus berlanjut di sekitarnya, sejumlah besar orang yang terluka berada di halaman rumah sakit, menurut otoritas kesehatan Gaza.

Terkini

PARANGMAYA.COM – Kerajaan Maritim Majapahit bediri diantara beberapa prahara besar. Prahara yang melumat 2 kerajaan Jawa yaitu Singhasari dan Daha. Ditambah dengan pengusiran ekspansi imperium mongol ke tanah Jawa. Ketiga prahara diatas, dinahkodai oleh begawan politik, bernama Arya Wiraraja. Arya Wiraraja bukanlah politilisi murahan, yang hanya memburu harta maupun jabatan. Baginya politik itu adalah pertaruhan […]

...