Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Ilustrasi Armada Di Laut

PARANGMAYA – Presiden Amerika Serikat, Joe Biden menyatakan sikapnya, menentang upaya negara-negara kuat untuk mendominasi negara-negara yang lebih lemah. Sikapnya dipertegas, bahwa tetap membela sekutu maupun teman-temannya, dari domimasi tersebut, mulai dari perubahan wilayah secara paksa, pemaksaan ekonomi, disinformasi sampai pada eksploitasi teknis.

Biden menyatakannya dalam pidato saat pertemuan tahunan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa, tanggal 21 September 2021. Presiden China, Xing Ping juga mendapat kesempatan untuk menyampaikan pidatonya di Majelis tersebut.

“Kami akan membela sekutu dan teman-teman kami dan menentang upaya negara-negara yang lebih kuat untuk mendominasi negara-negara yang lebih lemah, baik melalui perubahan wilayah secara paksa, pemaksaan ekonomi, eksploitasi teknis, atau disinformasi,” ungkapnya.

Biden juga menggarisbawahi dalam pidatonya, bahwa AS tidak menginginkan terjadinya perang dingin yang baru. Bahkan, tidak menginginkan munculnya blok-blok yang kaku.

“Tapi kami tidak mencari – saya akan katakan sekali lagi – kami tidak mencari Perang Dingin baru atau dunia yang terbagi menjadi blok-blok kaku,” katanya, sebagaimana dilansir dari Reuters pada Selasa, tanggal 21 September 2021.

Dia memetakan era baru persaingan, yang ketat tanpa Perang Dingin. Amerika Serikat akan membantu menyelesaikan krisis dari Iran hingga Semenanjung Korea hingga Ethiopia, katanya.

Dunia menghadapi “dekade yang menentukan,” kata Biden, di mana para pemimpin harus bekerja sama untuk memerangi pandemi virus corona yang mengamuk, perubahan iklim global, dan ancaman dunia maya. Dia mengatakan Amerika Serikat akan menggandakan komitmen keuangannya pada bantuan iklim dan menghabiskan $ 10 miliar untuk mengurangi kelaparan secara global.

Dia mengatakan Amerika Serikat akan bersaing keras, baik secara ekonomi maupun untuk mendorong sistem demokrasi dan supremasi hukum.

Sedangkan Presiden China, Xing Ping menekankan pidatonya, pada pengekangan militer dan perjuangan yang kuat, melawan perubahan iklim.

Presiden China Xi Jinping, yang mengatakan kepada PBB Selasa bahwa China tidak akan membangun proyek pembangkit listrik tenaga batu bara baru di luar negeri , menggunakan pidato videonya untuk secara tidak langsung mengkritik AS juga.

“Perkembangan terakhir dalam situasi global menunjukkan sekali lagi bahwa intervensi militer dari luar dan apa yang disebut transformasi demokrasi tidak membawa apa-apa selain bahaya,” kata Xi.***

 

Sumber : Reuters