Program penyelamatan nyawa dalam bahaya, ketua UNRWA mendesak negara-negara untuk mempertimbangkan kembali penangguhan pendanaan

1706411280_image770x420cropped.jpg

PARANGMAYA.COM – Philippe Lazzarini, Komisaris Jenderal UNRWA, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “mengejutkan” melihat penangguhan dana sebagai reaksi atas tuduhan terhadap sekelompok kecil staf.

“Akan sangat tidak bertanggung jawab jika memberikan sanksi kepada sebuah Badan dan seluruh komunitas yang dilayaninya karena tuduhan tindakan kriminal terhadap beberapa individu, terutama pada saat perang, pengungsian dan krisis politik di wilayah tersebut.”

adsbygoogle


Lazzarini mendesak negara-negara yang menangguhkan pendanaan mereka untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka sebelum UNRWA terpaksa menunda respons kemanusiaannya.

“Kehidupan masyarakat di Gaza bergantung pada dukungan ini dan begitu pula stabilitas regional,” katanya.

Ia juga mencatat tindakan segera yang diambil UNRWA dengan memutus kontrak staf dan meminta penyelidikan independen yang transparan.

Sembilan negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Jerman, telah menangguhkan pendanaan untuk UNRWA menyusul tuduhan bahwa beberapa staf UNRWA terlibat dalam serangan teror tanggal 7 Oktober di Israel selatan.

Investigasi akan mengungkap faktanyaLazzarini mengatakan bahwa Kantor Layanan Pengawasan Internal PBB (OIOS), badan investigasi tertinggi dalam sistem PBB, telah mengetahui masalah ini.

“Penyelidikan yang dilakukan OIOS terhadap tuduhan keji tersebut akan membuktikan faktanya,” katanya.

“Selain itu, seperti yang saya umumkan pada tanggal 17 Januari, tinjauan independen oleh para ahli eksternal akan membantu UNRWA memperkuat kerangka kerja untuk kepatuhan ketat seluruh staf terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan,” tambahnya.

Hidup dipertaruhkanLazzarini mengutip keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) pada hari Jumat yang memerintahkan Israel untuk mengambil langkah-langkah untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan bagi orang-orang di Gaza.

“Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah melalui kerja sama dengan mitra internasional, khususnya UNRWA sebagai aktor kemanusiaan terbesar di Gaza,” ujarnya.

Lebih dari dua juta orang di Jalur Gaza bergantung pada Badan ini untuk kelangsungan hidup mereka. UNRWA mengelola tempat penampungan bagi lebih dari satu juta orang dan telah menyediakan makanan dan layanan kesehatan bagi warga sipil yang sangat membutuhkan sejak awal konflik.

Program-programnya menjadi lebih penting mengingat ancaman kelaparan yang semakin besar di wilayah kantong yang dilanda perang tersebut.

UNRWA didirikan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1949 dengan mandat untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan perlindungan kepada pengungsi Palestina yang terdaftar. Selain Jalur Gaza, Badan ini beroperasi di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, Yordania, Lebanon, dan Suriah.

Terkini

PARANGMAYA.COM – Kerajaan Maritim Majapahit bediri diantara beberapa prahara besar. Prahara yang melumat 2 kerajaan Jawa yaitu Singhasari dan Daha. Ditambah dengan pengusiran ekspansi imperium mongol ke tanah Jawa. Ketiga prahara diatas, dinahkodai oleh begawan politik, bernama Arya Wiraraja. Arya Wiraraja bukanlah politilisi murahan, yang hanya memburu harta maupun jabatan. Baginya politik itu adalah pertaruhan […]

...