Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Ilustrasi Jet Tempur

PARANGMAYA – Kementrian Pertahanan menerangkan,bahwa Angkatan udara Taiwan melawan aktivitas militer China. Dia melaporkan sebanyak 19 pesawat China, termasuk pengebom berkemampuan nuklir, telah terbang ke zona pertahanan udara Taiwan.

China mengklaim kedaulatan Taiwan selama satu tahun, dan misi angkatan udara China terus berulang. Bahkan, sering terbang di bagian barat daya, zona pertahanan udaranya di dekat Kepulauan Pratas yang dikuasai Taiwan.

Misi China terbaru melibatkan 10 pesawat tempur J-16, dan empat Su-30, serta empat pembom H-6, yang dapat membawa senjata nuklir, dan sebuah pesawat anti-kapal selam, katanya, sebagaimana dilansir dari Reuters, tanggal 5 September 2021.

Sehingga pesawat tempur Taiwan dikirim, untuk memperingatkan pesawat China, sementara sistem rudal dikerahkan untuk memantau mereka, katanya.

Kegiatan skala besar terakhir, pada 15 Juni, melibatkan 28 pesawat angkatan udara China, serangan terbesar yang dilaporkan oleh Taiwan hingga saat ini.

China sering melakukan misi semacam itu untuk mengungkapkan ketidaksenangan atas sesuatu yang telah dilakukan Taiwan atau untuk menunjukkan dukungan internasional bagi pulau yang diperintah secara demokratis itu, terutama oleh Amerika Serikat, penyedia senjata utama Taiwan. Tidak jelas apa yang mungkin mendorong China, untuk meluncurkan pesawatnya kali ini, meskipun kapal perang AS dan kapal penjaga pantai AS berlayar melalui Selat Taiwan akhir bulan lalu.

China telah menggambarkan kegiatannya diperlukan untuk melindungi kedaulatan negara dan menangani “kolusi” antara Taipei dan Washington.

Kementerian pertahanan Taiwan memperingatkan pekan lalu bahwa ancaman dari China meningkat, dengan mengatakan angkatan bersenjata China dapat “melumpuhkan” pertahanan Taiwan dan dapat sepenuhnya memantau penyebarannya.***

 

Sumber : Reuters