Iran dan Eropa menekankan kelanjutan pembicaraan penghapusan sanksi

Iran, Europe stress continuation of sanctions-removal talks

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian dan Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Josep Borrell dalam percakapan telepon pada hari Senin meninjau status terkini dari isu-isu penting regional dan internasional serta hubungan antara Iran dan blok Eropa.

Kedua belah pihak menekankan pentingnya melanjutkan pembicaraan dan pertemuan untuk mencabut sanksi.

adsbygoogle


“Republik Islam Iran memiliki posisi yang jelas mengenai isu-isu regional sejak awal dan kami dengan jelas mengatakan bahwa perang bukanlah solusi,” kata Amir-Abdollahian.

Menteri Luar Negeri Iran menyebut pengulangan klaim mengenai pengiriman senjata Iran untuk digunakan melawan Ukraina sebagai klaim yang membosankan dan tidak berdasar serta tidak berdasar.

Mengacu pada pembicaraan dan kontak berkelanjutan antara wakil Borrel Enrique Mora dan wakil menteri luar negeri Iran Ali Bagheri Kani, diplomat tinggi Iran menyatakan bahwa Republik Islam Iran bertekad untuk melanjutkan kerja sama konstruktif dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan, pada gilirannya, Kembalinya Iran, AS secara serius mengharapkan pihak-pihak Barat untuk sepenuhnya mematuhi komitmen mereka terhadap perundingan nuklir dan pencabutan sanksi anti-Iran.

Borrell, pada bagiannya, menyatakan bahwa penyelesaian perundingan nuklir masih menjadi salah satu prioritas UE, dan menekankan perlunya terus menindaklanjuti perundingan nuklir dan perundingan mengenai pencabutan sanksi.

Menurut Press TV, di bagian lain percakapan telepon tersebut, Amir-Abdollahian memuji sikap Borrell tentang perlunya mengakhiri perang genosida Israel dan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke wilayah Palestina yang terkepung.

“Waktunya sudah matang untuk mengambil tindakan hukuman terhadap rezim Israel,” kata Amir-Abdollahian tentang tanggung jawab komunitas internasional dan Uni Eropa terkait masalah Palestina.

Ia juga menyerukan pembentukan misi pencarian fakta internasional untuk menyelidiki kejahatan Israel, termasuk di Rumah Sakit Shifa.

Amir-Abdollahian mengatakan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa tertentu terus mengirimkan senjata ke Israel untuk melakukan tindakan genosida di Gaza, sementara mereka mengirimkan bantuan kemanusiaan ke wilayah Palestina yang terkepung sebagai tindakan simbolis.

Selama percakapan tersebut, Borrell mengatakan Uni Eropa berencana untuk melanjutkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza dan mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dan upaya PBB untuk mewujudkan gencatan senjata yang langgeng.