Serangan Israel ke Suriah Tewaskan 38 Orang, Termasuk 5 Anggota Hizbullah

fbed2b29e293710c55eed505995a56a735dbb41e-6720x4412.jpg

PARANGMAYA.COM – Serangan Israel terhadap kota Aleppo di Suriah utara pada Jumat pagi menewaskan 38 orang, termasuk lima anggota kelompok bersenjata Hizbullah Lebanon, kata dua sumber keamanan.

Kementerian pertahanan Suriah mengatakan sebelumnya pada hari Jumat bahwa sejumlah warga sipil dan personel militer tewas setelah Israel dan kelompok militan melancarkan serangan terhadap Aleppo.

adsbygoogle


Serangan udara Israel menargetkan beberapa daerah di pedesaan Aleppo sekitar pukul 01.45 waktu setempat (22.45 GMT), kata kementerian dalam sebuah pernyataan.

Serangan udara tersebut bertepatan dengan serangan pesawat tak berawak yang dilakukan dari Idlib dan pedesaan barat Aleppo yang menurut kementerian dilakukan oleh “organisasi teroris” yang menargetkan warga sipil di Aleppo dan sekitarnya.

Namun kementerian tidak menyebutkan secara spesifik jumlah korban tewas atau mengklarifikasi apakah korban tersebut disebabkan oleh serangan udara Israel atau serangan kelompok militan.

“Agresi tersebut mengakibatkan kematian dan cederanya sejumlah warga sipil dan personel militer serta menyebabkan kerugian material terhadap properti publik dan pribadi,” kata pernyataan itu.

Militer Israel menolak berkomentar.

Sejak serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober terhadap warga sipil dan tentara Israel, Israel telah meningkatkan serangannya terhadap apa yang dikatakannya sebagai basis milisi yang didukung Iran di Suriah. Rudal ini juga menyerang pertahanan udara tentara Suriah dan beberapa pasukan Suriah.

Israel selama bertahun-tahun telah melakukan serangan serupa di Suriah, di mana pengaruh Teheran telah berkembang sejak negara itu mulai mendukung Presiden Bashar al-Assad dalam perang saudara yang dimulai pada tahun 2011.

Pejuang yang bersekutu dengan Iran, termasuk Hizbullah, kini menguasai wilayah luas di Suriah timur, selatan dan barat laut dan di beberapa pinggiran kota di sekitar ibu kota.

Israel dan Hizbullah telah saling baku tembak di perbatasan Israel-Lebanon sejak perang meletus di Gaza, eskalasi terbesar sejak mereka terlibat konflik selama sebulan pada tahun 2006.

(Dilaporkan oleh Reuters)