Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Ilustrasi G. Erupsi

PARANGMAYA – Jumlah korban jiwa dari letusan Gunung Semeru menjadi 51 orang. Data tersebut dilapolkan oleh  Posko Tanggap Darurat (Posko) letusan Gunung Semeru pada pukul 18.00 tanggal 21 Desember 2021.

Penambahan korban jiwa tersebut, berasal dari warga yang sebelumnya pernah dirawat karena luka bakar. Selain jumlah korban tewas, posko menemukan lima potongan tubuh yang ditemukan di lokasi bencana.

Saat ini jumlah pengungsi mencapai 10.395 jiwa, dan tersebar di 410 titik pengungsian. Pengungsian terkonsentrasi di 3 kecamatan, antara lain (1) Pasirian 17 titik dengan 1.746 jiwa (2) Candipuro 21 titik 4.645 jiwa (3) Pronojiwo 8 titik 1.077 jiwa.

Sedangkan lokasi sebaran pengungsi teridentifikasi di Kabupaten Lumajang, dan di luar kabupaten tersebut.

Tercatat pengungsian yang berada di Kabupaten Malang 9 titik 341 jiwa, Blitar 1 titik 3 jiwa, Jember 3 titik 13 jiwa dan Probolinggo 1 titik 11 jiwa, sebagaimana dilansir dari bnpb.go.id pada tanggal 22 Desember 2021.

Prioritas posko saat ini adalah penyiapan lahan relokasi. Pihak Posko dan pemerintah daerah telah menyiapkan lahan untuk pembangunan hunian sementara atau huntara.

  BREAKING NEWS ! Kapolri Listyo Sigit Prabowo: Ferdy Sambo Ditetapkan Sebagai Tersangka, Simak Video Lengkapnya Disini !

Dua lokasi telah dipilih menjadi relokasi warga terdampak erupsi, yaitu di Desa Sumbermujur di Kecamatan Candipuro dan Desa Oro-Oro di Kecamatan Pronojiwo. Lokasi relokasi telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui surat keputusan Nomor 1256/MENLHK/SETJEN/PLA.2/12/2021. Area yang diperuntukkan untuk relokasi seluas total 90,98 hektar.***

Sumber : BNPB

 

Artikel Terkait

Terkini Teraktual