Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Twitter_Photo DR Rizal Ramli

PARANGMAYA – Ekonom Senior, Dr. Rizal Ramli mengkoreksi pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mengatakan bahwa ekonomi Indonesia telah pulih. Dia mengungkapkan bahwa yang naik itu, adalah harga komoditi sawit, batubara dan migas. Nmun, ekonomi rakyat sebaliknya.

Dia menilai, bahwa kenaikan harga komoditi tersebut,  tidak berhubungan dengan progresifitas eonomi di masyarakat. Keadaan ini sebagai akibat dari kebijakan pemerintah yang menyedot likwiditas rakyat.

Kontra narasi ini, dijelaskan secara lugas lewat akun twitter pribadinya @RamliRizal, pada Kamis, pada tanggal 2 September 2021.

“Menkeu terbalik: ekonomi sudah pulih ! Neng, yg naik itu sawit, batubara & migas. Ekonomi rakyat masih nyungsep krn kebijakan sampeyan nyedot likwiditas rakyat (crowding-out),”ungkapnya.

Rizal menambahkan argumentasinya, dengan menuliskan kenaikan harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO). Terpantau harganya MYR 3.746 per ton, pada bulan Juli. Sehingga tercatat mengalami kenaikan sebesar 64 persen. Angka ini bibandingkan dengan Juli 2020 sebesar 2.282 per ton.

“Harga CPO Juli 2021 MYR 3.746/ton naik 64% dari RM 2.282/ton Juli 2020,” jelasnya.

Sedangkan harga batubara saat ini 170 dollar per ton.

“Harga batubara saat ini $170/ton,” ucapnya.

***

 

Sumber : Twitter

 

Artikel Terkait

Terkini Teraktual

Nawala / Newsletter