Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Ilustrasi Hutan Terbakar

PARANGMAYA – Badan penelitian antariksa nasional Inpe mencatat 2.308 titik api di Amazon Brasil. Catatan pada Juni, naik 2,7% dari bulan yang sama tahun lalu, ketika kebakaran mencapai titik tertinggi di kurun waktu 13 tahun terakhir. Brasil mencatat kebakaran paling banyak di hutan hujan Amazon.

Merujuk data pemerintah setempat, telah menunjukkan kekhawatiran, adanya kekeringan ekstrem di banyak bagian kawasan. Fenomena inilah yang dapat memicu kebakaran yang lebih buruk dalam beberapa bulan kedepan.

Sedangkan jumlah kebakaran di bulan Juni hanya sebagian kecil, dibandingkan dengan puncak musim kemarau pada bulan Agustus dan September. Bahkan, para aktivis lingkungan khawatir, bahwa akan menjadi pertanda lebih buruk untuk beberapa bulan yang akan datang.

“Dengan tingginya jumlah kebakaran pada awal Musim Panas Amazon, ketika secara alami terjadi penurunan hujan di Amazon, jumlah ini kemungkinan akan meningkat,” kata Greenpeace Brasil, sebagaimana dilansir dari Reuters pada Kamis, tanggal 1 Juli 201.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa cuaca kering di sepanjang musim ini disebut “busur deforestasi”. Amazon dan di lahan basah Pantanal dapat memicu musim kebakaran yang lebih buruk. Pembangkit listrik tenaga air di seluruh negeri, telah melaporkan aliran air terendah mencapai titik terendah dalam 91 tahun. Akibat kekeringan hebat, menurut Kementerian Pertambangan dan Energi.

  Fadli Zon Beri Pentunjuk Ini Agar Presiden Jokowi Aman Sampai ke Kiev-Ukraina

Hipetesis permulaan adalah kebakaran di Amazon sebagian besar disebabkan oleh manusia, dengan kebakaran alam yang sangat jarang terjadi. Umumnya, para penebang secara ilegal menebang pohon-pohon berharga dan kemudian para perampas tanah membakar lahan untuk membuka lahan bagi ternak. Api juga dapat digunakan sebagai bagian dari pertanian tradisional. sedangkan cuaca kering juga ikut meningkatkan kemungkinan kebakaran di luar kendali.

Presiden Jair Bolsonaro awal pekan ini melarang, pembakaran di negara itu selama 120 hari sebagai tindakan pencegahan. Dia mengerahkan militer untuk melindungi kawasan itu dari kebakaran dan penggundulan hutan.

Langkah-langkah kebijakan tersebut mengulangi langkah-langkah yang diambil pada 2019 dan 2020, hasilnya gagal menurunkan deforestasi dan kebakaran. Selama setahun penuh tahun 2020, kebakaran di Amazon mencapai level tertinggi dalam empat tahun terakhir, sementara deforestasi mencapai level tertinggi dalam kurun waktu 12 tahun terakhir, menurut Inpe.***

Sumber : Reuters

Artikel Terkait

Terkini Teraktual

Nawala / Newsletter