Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Peta Kejadian Tsunami Indonesia

PARANGMAYA – Wilayah pesisir di Indonesia kebanyakan rentan terhadap bencana Tsunami. Tsunami memiliki karakter bencana fast-onset disaster atau jenis bencana dengan proses yang cepat.

Dikategorikan cepat, karena hanya butuh waktu selama 30 menit untuk waktu penjalarannya. Tsunami dapat terjadi bersumber dari lokasi yang dekat (near field) yang waktu penjalarannya kurang dari 30 menit dari sumber ke garis pantai pantauan.  Dan lokasi yang jauh (far-field), yang waktu penjalaran ke wilayah pantai pantauan lebih lama dari 30 menit, atau sumber tsunami memiliki jarak lebih jauh dari 1000 km.

Bencana ini umumnya dipicu oleh terjadinya gempabumi di laut, dan berakibat pada pergeseran secara vertikal didasar laut.

Karakter-karakter ancaman tsunami cenderung site-specific. Karakter tsunami di Indonesia umumnya bersifat lokal, karena jarak sumber terjadinya tsunami, relatif dekat. Akibatnya warga setempat, hanya memiliki waktu yang singkat untuk melakukan upaya antisipasi atau evakuasi.

Tsunami juga dapat dipicu oleh letusan gunungapi aktif. Salah satu tsunami yang disebabkan oleh meletusnya gunungapi adalah peristiwa tsunami yang terjadi pada Tanggal 27 Agustus 1883 yang disebabkan oleh meletusnya Gunungapi Krakatau (van der Bergh et al., 2003), dimana mengakibatkan 36.000 jiwa meninggal.

Tsunami di Indonesia

  Tersangka Fedry Sambo Terancam Hukuman Mati, Ini Penjelasannya !

Berdasarkan catatan sejarah, tsunami bukanlah bencana baru dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Sejak tahun 1600 sampai dengan tahun 2007, Indonesia telah mengalami beberapa kali tsunami besar, dan hampir 90% kejadiannya disebabkan oleh gempa bumi di laut, 9% diakibatkan oleh letusan gunung api dan 1% karena tanah longsor bawah laut

Pada kurun waktu itu, tercatat lebih kurang 172 tsunami telah terjadi di Indonesia. Dari rentang waktu tersebut, tercatat bahwa
lebih dari 40% kejadian tsunami terjadi di kawasan timur Indonesia. Pusat gempanya rata-rata berada di kawasan Laut Maluku.

Berdasarkan mekanisme sumber, 75% kejadian disebatkan oleh sesar naik, 20% karena sesar geser, dan 5% karena sesar normal.

Catatan kejadian tsunami yang juga pernah ditemukan adalah tsunami 1907 yang terjadi di sekitar Pulau Simeulue, Provinsi Aceh.

Selanjutnya, bencana tsunami tanggal 26 Desember 2004 yang meluluhlantakkan kawasan pesisir Samudera Hindia juga sudah menjadi catatan sejarah bencana yang sangat kelam di Indonesia. Pusat gempa berada di perairan Samudera Hindia (255 km terhadap Kota Banda Aceh), dengan magnitud 9,2 pada kedalaman pusat gempa (focal depth) sebesar 30 km.

  Terkini ! Kapolri Berhasil Membongkar Peran Ferdy Sambo pada Tragedi Jumat Berdarah di Duren Tiga, Simak dan Lihat Videonya Disini !

Penjalaran gelombang tsunami mencapai sepuluh negara yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, yaitu Indonesia (Aceh dan Nias), Malaysia, Thailand, Srilangka, Maladewa, Bangladesh, India, Kenya, Somalia, dan Tanzania. Bila dilihat dari banyaknya korban jiwa, bencana tsunami Aceh menduduki peringkat pertama, dimana korban jiwa yang tercatat lebih dari 200.000 jiwa.

Bencana tsunami ini menyebabkan korban meninggal di keseluruhan kawasan tersebut mencapai 283.100 jiwa. Sementara korban meninggal di Indonesia mencapai 108.100 jiwa, dan 127.700 jiwa telah hilang.

Kejadian terakhir yang dapat merefleksikan kesiapan aparatur, dan masyarakat menghadapi tsunami di tingkat lokal adalah gempabumi Aceh tanggal 11 April 2012 dan gempabumi pada tanggal 2 Maret 2016.

Pada saat itu, sistem peringatan dini tidak bekerja secara efektif, karena berbagai sebab antara lain (1) Kegagalan saluran komunikasi (2) Ketiadaan energi listrik cadangan (3) Pengaturan kelembagaan yang belum jelas (4) Ketiadaan tenaga teknis, dan lain-lain.

Keadaan ini diperparah dengan pergerakan evakuasi masyarakat, yang tidak terkendali menimbulkan kemacetan parah. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh ketiadaan jalur evakuasi yang jelas, pengetahuan evakuasi masyarakat yang masih rendah.

  BREAKING NEWS ! Kapolri Listyo Sigit Prabowo: Ferdy Sambo Ditetapkan Sebagai Tersangka, Simak Video Lengkapnya Disini !

Mengingat begitu luasnya wilayah administratif, jumlah penduduk yang besar, dan banyaknya infrastruktur yang terpapar di kawasan
rawan tsunami, penanggulangan bencana tsunami di Indonesia perlu dilakukan dengan lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Komprehensif dalam arti mempertimbangkan banyak perspektif, baik perspektif akademis-ilmiah, praktis, dan lokalitas wilayah
serta masyarakat. Sedangkan berkelanjutan berarti perlu keterkaitan yang erat antara program/kegiatan sebelumnya, dengan
yang sedang dan yang akan dijalankan.***

Sumber : BNPB

Artikel Terkait

Terkini Teraktual