Bermain Sepak Bola bersama Warga Sleman di Lapangan Gamplong, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 27 Januari 2024

Keterangan Pers Presiden Joko Widodo usai Bermain Sepak Bola bersama Warga Sleman, 27 Januari 2024

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)

adsbygoogle


Ya, ini pertama untuk menyambut masuknya Timnas kita ke 16 besar Piala Asia dan kita ingin memberikan semangat kepada rakyat untuk memberikan dukungan penuh besok bertandingnya antara Indonesia dan Australia. Kita harapkan kita mendapatkan poin dari sana, sehingga bisa melaju ke babak berikutnya. Saya kira yang kedua, kita ingin dengan masyarakat bergembira semuanya juga untuk, sekali lagi, untuk memberikan dukungan kepada Timnas kita.

Wartawan

Pak, bagaimana jalannya pertandingan tadi? Kemasukan kalau enggak salah, berapa poin, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)

Tadi saya sebetulnya kan tidak berada di posisi kiper, tapi dipaksa untuk jadi kiper. Ya, kebobolan dua, hehehe.

Wartawan

Kalau pemilihan lokasi kenapa di sini, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)

Gimana?

Wartawan

Pemilihan lokasinya kenapa disini, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)

Pemilihan lokasi di Desa Gamplong, di Kabupaten Sleman, kita ingin mendekatkan diri dengan masyarakat di desa, itu saja.

Wartawan

Apakah akan memberi bonus untuk pemain Timnas, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)

Nanti, main dulu, main dulu. Bonus saya kira ada, tapi saya enggak menyampaikan berapa, tapi main dulu. Besok menang, baru kita berbicara masalah bonus.

Wartawan

Pak, Jokowi main bola hujan-hujan gini gimana, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)

Ya, kena kepala enggak tahu. Basah kuyup gini, enggak tahu, tapi sehat kok. Semuanya sehat, semuanya sehat.

The post Bermain Sepak Bola bersama Warga Sleman di Lapangan Gamplong, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 27 Januari 2024 appeared first on Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Terkini

PARANGMAYA.COM – Kerajaan Maritim Majapahit bediri diantara beberapa prahara besar. Prahara yang melumat 2 kerajaan Jawa yaitu Singhasari dan Daha. Ditambah dengan pengusiran ekspansi imperium mongol ke tanah Jawa. Ketiga prahara diatas, dinahkodai oleh begawan politik, bernama Arya Wiraraja. Arya Wiraraja bukanlah politilisi murahan, yang hanya memburu harta maupun jabatan. Baginya politik itu adalah pertaruhan […]

...