DIALOG PROAKTIF : Muh Zen Bangga dengan Kekayaan Alam Pati

IMG_0237.jpg

SAPA ANAK : Anggota DPRD Muh Zen sedang menyapa anak yang sedang belajar di TPQ.(foto: choirul amin)

PATI – Di sela-sela kesibukannya sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Muh Zen mengajak masyarakat Jawa Tengah untuk mengenal destinasi wisata di Kabupaten Pati. Dalam program kegiatan Dialog TV Proaktif, Rabu (24/1/2024), Muh Zen berkunjung ke Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu untuk menikmati pemandangan hutan pinus.

adsbygoogle


Hampir sekitar 20 hektar, lahan pinus tersebut sangat layak dikunjungi masyarakat, baik dari Pati maupun dari daerah lain. Untuk sampai ke wisata tersebut, sangatlah mudah. Karena dapat diakses melalui kendaraan roda dua maupun roda empat serta jaraknya pun tidak terlalu jauh dari pusat kota Pati.

“Bagi masyarakat yang ingin berwisata alam, Hutan Pinus ini merupakan salah satu yang harus dipilih. Udara sejuk, rasa tenang, aman dan nyaman dapat membantu para wisatawan melepaskan penat,” ungkap Politikus PKB itu.

Ketika sedang menikmati beberapa spot foto, Muh Zen dihampiri pihak pengelola wisata hutan pinus Sudadi. Dalam obrolan itu, Sudadi menceritakan perkembangan hutan pilus tersebut.

“Awal mula dibuka tahun 2018, sempat ditutup karena adanya pandemi. Sekarang sudah berangsur-angsur kembali seperti semula dengan penambahan beberapa fasilitas seperti lahan parkir, perbanyakan tempat spot foto, warung-warung kecil dan tempat peristirahatan. Untuk tiket masuk dapat dibeli dengan harga Rp 5000,” katanya.

Usai puas berwisata alam di hutan pinus, Muh Zen melanjutkan aktivitas untuk berwisata kuliner khas Pati yaitu iga bakar Juragan Pati yang berlokasi di Desa Pagerharjo, Kecamatan Wedarijaksa.

“Kuliner khas Pati kali ini Petis Iga Bakar. Penyajian iga bakar menggunakan kuah petis yang gurih dan lezat sambil menyantap segarnya es teler komplit. Harganya cukup terjangkau mulai Rp 15.000, per porsinya,” ucap Zen sambil menikmati sajian tersebut.

Selang berwisata kuliner, Muh Zen melanjutkan kegiatan ke SMA Muria Pati berlokasi di Jalan Pratomo Pati Desa Muktiharjo Kecamatan Margorejo untuk melihat proses dan pola pendidikan di tempat itu.

“SMA Muria Pati ini merupakan salah satu boarding school di Kabupaten Pati, tujuannya untuk membekali siswa Ilmu Agama kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi tidak hanya akademis saja, ilmu-ilmu yang lain juga harus diajarkan supaya siswa disini dapat lebih teruji dan terlatih,” ungkap Muh Zen.

Tak selesai disitu, Muh Zen melanjutkan mengunjungi Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) di Desa Trangkil Lor untuk melihat aktivitas anak-anak kecil belajar membaca kitab suci.

Terkini

PARANGMAYA.COM – Kerajaan Maritim Majapahit bediri diantara beberapa prahara besar. Prahara yang melumat 2 kerajaan Jawa yaitu Singhasari dan Daha. Ditambah dengan pengusiran ekspansi imperium mongol ke tanah Jawa. Ketiga prahara diatas, dinahkodai oleh begawan politik, bernama Arya Wiraraja. Arya Wiraraja bukanlah politilisi murahan, yang hanya memburu harta maupun jabatan. Baginya politik itu adalah pertaruhan […]

...