Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Twitter_Fadli Zon

PARANGMAYA – Anggota DPR RI Komisi I, Fadli Zon menyoroti sikap pemerintah yang seolah takluk, atas beroperasinya kapal-kapal perang China di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) laut Natuna Utara. Sikap ini dilontarkan, terkait pemberitaan nasional tentang masuknya kapal-kapal perang Tiongkok, di wilayah tersebut.

Dia mengatakan bahwa China memiliki maksud jahat mengambil wilayah kedaulatan di bagian-bagian Laut China Selatan.

“China punya maksud jahat di Laut China Selatan yaitu mengambil wilayah kedaulatan R (ZEE)I,” ungkapnya.

Fadli menjelaskan, bahwa dasar pengambilan wilayah kedaulatan ZEE oleh China adalah klaim Nine dash line. Padahal, klaim itu sudah dibantah, oleh Pengadilan internasional lima tahun lalu,  sehingga klaim China atas kawasan tersebut tersebut tidak memiliki dasar.

Sedangkan klaim Nine dash line, tetap dipakai oleh China, untuk mengklaim bagian-bagian di kawasan Laut China Selatan, sebagai wilayah kekuasannya. Hal ini menunjukkan, bahwa China tidak memiliki itikat baik.

Nine dash line adalah sebuah garis, yang dibuat secara sepihak oleh China, tanpa melalui konvensi hukum laut di bawah PBB atau United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS). Padahal UNCLOS, telah menetapkan batas-batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), setiap negara yang kaitannya dengan hak melakukan eksploitasi, dan kebijakan lain di wilayah perairannya sesuai hukum laut internasional

“China punya maksud jahat di Laut China Selatan yaitu mengambil wilayah kedaulatan R (ZEE)I. Klaim nine dash line yang tak berdasar menunjukkan itikad tak baik,” bebernya.

Fadli menyatangkan sikap pemerintah seolah takluk, bahkan terus-menerus memasukkan TKA China ke Indonesia secara leluasa.

Tapi kenapa pemerintah seolah “takluk” dan terus masukkan TKA China ke dalam negeri dengan leluasa?,”katanya.

***

Sumber : Twitter