Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

humas.polri.go.id_Kombes-Ahmad-Ramadhan-1

PARANGMAYA –  Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengumumkan bahwa ustad Farid Okbah, Ahmad Zain An-Najah serta Anung Al Hamat disangkakan atas dugaan pendanaan dan aktivitas teror. Dan belum mengaitkan dengan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), penyidik belum melihat dari pendekatan pencucian uang. Tetapi lebih ke pendanaan dan aktivitas teror yang dilakukan ketiga tersangka,” katanya dalam jumpa pers, Jumat (19/11/2021).

Densus 88 saat ini lebih menekankan kepada tindak pidana terorismenya, dan tentang perkara pendanaan teror, sebagaimana dilansir dari PMJNEWS pada Jumat, tanggal 19 November 2021.

“Kemudian, terkait dugaan TPPU di balik operasional Lembaga Amil Zakat BM ABA, Densus 88 kini sedang fokus terkait tindak pidana terorismenya, termasuk didalamnya aturan perkara pendanaan teror,” lanjutnya.

Pihak Polri juga sedang melakukan pemeriksaan intensif, kepada ustad Farid Okbah, Ahmad Zain An-Najah serta Anung Al Hamat, usai ditetapkan sebagai tersangka terorisme. Dan tengah mendalami adanya aktivitas pendanaan, yang dilakukan para tersangka untuk kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI).

Sebagai informasi Ahmad Zain An-Najah diduga menjabat sebagai Ketua Dewan Syariah dalam LAZ BM ABA. Sedangkan Ustadz Farid Okbah hanya sebagai anggota Dewan Syariah LAZ BM ABA.

Ramadhan mengatakan bahwa ketiganya terancam Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 15 tahun 2018 tentang Terorisme. Dan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Sementara untuk Lembaga Amil Zakat BM ABA sebagai lembaga amil zakat yang diduga digunakan sebagai pendanaan JI, disangkakan dengan Undang-Undang khusus, yaitu Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2003 tentang Pendanaan Terorisme,” tukasnya.***

Sumber : PMJNEWS