Hasil Penilaian Calon Rektor IAIN Takengon Diserahkan ke Menteri Agama

1706092406.jpeg

PARANGMAYA.COM, Jakarta () — Pemilihan calon Raktor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon sampai tahap akhir. Rektor IAIN Takengon Profesor Zulkarnain telah menyerahkan hasil penilaian dan pertimbangan kualitatif tiga calon rektor kepada Menag Yaqut Cholil Qoumas, melalui TU Menteri.
Dari IAIN Takengon, hadir Ketua Senat, Wakil Rektor Bidang Administasi Umum, dan Kepala Biro. Rektor IAIN Takengon dan jajaran juga sempat beraudiensi dengan Sekjen Nizar. Ali
“Alhamdulillah, semua tahapan pemilihan calon rektor pada Satker IAIN Takengon telah selesai dilaksanakan dengan baik oleh panitia penjaringan. Kerja ini dilakukan sejak November 2023,” terang Prof Zul, panggilan akrabnya, di Jakarta, Rabu (24/1/2024).

“Tahap berikutnya akan diproses di Kementerian Agama. Semoga awal April nanti, Rektor IAIN Takengon yang baru sudah dilantik Bapak Menteri Agama,” harap Prof Zul.
“Rektor baru ini akan menakhodai IAIN Takengon empat tahun mendatang,” sambungnya.
Prof Zulkarnain menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Sekretaris Jenderal Nizar Ali, Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani, dan Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Ahmad Zainul Hamdi Diktis atas perhatian mereka kepada IAIN Takengon.

“Ini merupakan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri satu satunya di wilayah Tengah Aceh,” sebut Prof Zul.
Sejarah IAIN Takengon bermula dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Gajah Putih. Perguruan Tinggi ini awalnya dikelola oleh Yayasan Gajah Putih selama 29 tahun. “Sejak 2012, STAI Gajah Putih beralih status menjadi STAI Negeri Takengon,” papar Prof Zul.
“Selang delapan tahun dari penegerian, kampus ini bertransformasi menjadi IAIN Takengon pada 2020,” tandasnya.

Terkini

PARANGMAYA.COM – Kerajaan Maritim Majapahit bediri diantara beberapa prahara besar. Prahara yang melumat 2 kerajaan Jawa yaitu Singhasari dan Daha. Ditambah dengan pengusiran ekspansi imperium mongol ke tanah Jawa. Ketiga prahara diatas, dinahkodai oleh begawan politik, bernama Arya Wiraraja. Arya Wiraraja bukanlah politilisi murahan, yang hanya memburu harta maupun jabatan. Baginya politik itu adalah pertaruhan […]

...