Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Twitter_TTI Ngabalin

PARANGMAYA – Netizen sontak menaikkan hastag Ngabalin di platform media sosial Twitter, saat Ali Mochtar Ngabalin mengucapkan redaksi yang tidak elok sebagai pejabat negara.

Hasilnya, hastag Ngabalin menjadi salah satu trensding topik di twiter. hastag tersebut sementara menempati urutan kedua setelah hastag Najwa Shihab yang berada di urutan teratas. Sedangkan diurutan ketiga ditempati oleh tagar #ProyekJebakanChina.

Netizen menyematkan hastag Ngabalin sebanyak 4.270 twitt, dalam masing-masing komentarnya hingga pukul 15:14 pada Senin, tanggal 13 September 2021.

Kantor Staf Presiden Republik Indonesia (KSP) merupakan lembaga nonstruktural yang posisinya berada di bawah, dan bertanggung jawab kepada Presiden. Saat ini KSP dipimpin oleh Moeldoko. Sedangkan Ali Mochtar Ngabalin, merupakan salah satu tenaga ahli dalam lembaga non struktural tersebut.

Warganet menuliskan satire tajam kepada Ngabalin, terkait redaksi ucapannya di Media Sosial. Netizen menganggap bahwa seorang pejabat publik tidaklah pantas mengucapkan redaksi tersebut.

Berikut ini reaksi warganet terhadap ucapan dari  Ali Mochtar Ngabalin.

Twitter_TTI Ngabalin

Pemilik akun @HisyamMochtar menuliskan, bahwa dimuatnya ucapan yang tidak etis dari Ali Mochtar Ngabalin, menjadi rujukan media mencerminkan situasi bangsa yang tidak baik-baik saja. “Seperti gak ada orang pintar di negara ini,”katanya.

“Ngabalin itu siapa sih? Orang penting juga enggak, dibilang pakar juga bukan! Tapi media2 sekarang koq demen banget jadikan dia rujukan. Seperti gak ada orang pintar di negara ini, menyedihkan! Bisa jadi ini representasi bangsa yang lagi “sakit”, media pun ikut jadi gak waras,”ungkapnya.

Tokoh Papua, Christ Wamea lewat akun twitternya @PutraWadapi, juga mengkritisi ucapan dari Ali Mochtar Ngabalin. Dia menyayangkan ucapan staf ahli KSP tersebut seperti buzzerRp, padahal selalu mewakili pemerintah dan Presiden.

“Ngabalin selalu tampil mewakili presiden dan pemerintah kok narasi spt buzzeRp,”katanya.

Pemilik akun @1keadilan mengatakan, bahwa pilihan kata dari Ali Mochtar Ngabalin  jauh dari cerinan lembaga sebesar dan seterhormat lembaga kepresidenan. Sehingga dia menanyakan “dia ini sebenarnya stafsus presiden atau buzzer?,”katanya.

“Numpang tanya, ini serius nanya. Kalau lihat pilihan kata Pak Ali Ngabalin bila mengomentari persoalan politik, dia ini sebenarnya stafsus presiden atau buzzer? Pilihan kata yang dia pakai tidak menunjukkan bahwa dia mewakili lembaga sebesar dan seterhormat lembaga kepresidenan,”tulisnya.

***

 

Sumber : Twitter