PARANGMAYA – Pentolan Jaringan Islam Liberal (JIL), menuding bahwa menjadikan bantuan, sebagai alat untuk mengejek golongan lain, dan beda pilihan politik, adalah tindakan jahat. Dia menjelaskan dalam abstraksi singkatnya di Twitter, bahwa membantu untuk kemanusiaan itu bagus dan harus diapresiasi. Tindakan membantu sesama tersebut tanpa melihat latar agamanya.
“Membantu untuk kemanusiaan itu bagus. Kita apresiasi. Siapapun pelakunya, tanpa meliyat latar agamanya. Tapi menjadikan bantuan sebagai alat untuk mengejek golongan lain yg beda pilihan politik, ini tindakan jahat. Ini yg kemaren terjadi pada kasus bantuan Akidi Tio. Sedih,”ungkapnya,”sebagaimana yang ditulis dalam twitter pribadinya @ulil pada Selasa, tanggal 3 Agustus 2021.
Ulil Abshar sangat jengkel, kepada mereka yang menjadikan donasi Akidi Tio( yang ternyata bohong itu) dipakai untuk mengejek donasi ke Palestina.
Dia dengan tegas menyatakan, bahwa kekejian Israel, atas rakyat Palestina masih berlangsung hingga sekarang.
“Setuju. Saya paling jengkel pada mereka yg menjadikan donasi Akidi Tio (yang ternyata bohong itu) u/ nyinyirin donasi bagi Palestina. Sekarang, mereka “diwêlehke” Gusti Allah. FYI, sampai saat ini, kekejian Israel atas rakyat Palestina masih berlangsung “on day to day basis,” ulasnya.
Membantu untuk kemanusiaan itu bagus. Kita apresiasi. Siapapun pelakunya, tanpa meliyat latar agamanya. Tapi menjadikan bantuan sebagai alat untuk mengejek golongan lain yg beda pilihan politik, ini tindakan jahat.
Ini yg kemaren terjadi pada kasus bantuan Akidi Tio. Sedih.
— Ulil Abshar-Abdalla #SudahVaksin (@ulil) August 3, 2021
Setuju. Saya paling jengkel pada mereka yg menjadikan donasi Akidi Tio (yg ternyata bohong itu) u/ nyinyirin donasi bagi Palestina. Sekarang, mereka "diwêlehke" Gusti Allah.
FYI, sampai saat ini, kekejian Israel atas rakyat Palestina masih berlangsung "on day to day basis". https://t.co/kVIUxDpv4c
— Ulil Abshar-Abdalla #SudahVaksin (@ulil) August 3, 2021
***
Sumber : Twitter