Rizal Ramli: “Jokowi Harus Berhenti”

Twitter_Photo DR Rizal Ramli

Twitter_Photo DR Rizal Ramli
PARANGMAYA – Begawan Ekonomi, Rizal Ramli menegaskan bahwa Jokowi harus berhenti. Pernyataan ini dilontarkan saat membedah situasi ekonomi-politik Indonesia, yang dinilainya sudah masuk fase kritis.

“Ekonomi kita uda masuk ICU, selama masuk ICU diinfus terus menerus dengan pinjaman luar negeri. Memang dari segi nilai pinjaman luar negerinya berkurang. Tetapi diinfus pula dengan cara nyetak uang oleh Bank Indonesia (Monetisasi daripada hutang),” tegasnya.

adsbygoogle


Rizal menilai bahwa kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo tersebut, bagaikan “Gali lobang, nutup jurang,”ungkapnya.
Terdapat dua alasan mendasar yang menyebabkan Prediden Jokowi layak untuk berhenti. Kedua Faktor tersebut sebagai berikut :

1. Ketidakmampuan Pejabat Pemerintah untuk Melakukan Prediksi
Rizal mengatakan bahwa para pejabat pemerintah, tidak memiliki kemampuan melakukan simulasi dan prediksi atas situasi ekonomi kedepan. Terbukti dari seluruh prediksinya, nyaris meleset.

“Ada dua level Problem, kemampuan pejabat kita untuk meramalkan, untuk melakukan simulasi apa yang akan terjadi 1 tahun kedepan, 2 tahun kedepan atau 6 bulan kedepan, itu rendah sekali. Bisa dilihat faktanya, setiap ramalan pejabat pemerintah nyaris meleset semua,”ungkapnya lewat kanal YouTube Fadli Zon Official pada Sabtu, tanggal 2 Oktober 2021

Dia menegaskan, bahwa dengan melesetnya prediksi tersebut, mencerminkan betapa lemahnya kemampuan mereka secara empirik, dalam memperkirakan keadaan. Serta mencari solusi.

“Menunjukkan kelemahan secara empirik untuk memperkirakan keadaan dan mencari solusinya. Karena kalau orang gak bakal tau apa yang bakal terjadi, dalam satu tahun lagi, bagaimana you bisa mempersiapkan diri, antisipasi itu,”jelasnya.

Dia juga menambahkan, bahwa kemampuan simulai yang rendah semacam ini, sudah berlangsung selama tujuh tahun kepemimpinan Jokowi. Dia menilai, bahwa situasi ini tidak kunjung bisa diperbaiki.

“Secara teknis apakah pemerintah ini punya kemampuan simulasi dan perkiraan masa depan? Bisa diperbaiki ngga? Ya nggak bisa.udah 7 tahun kemampuan memprediksinya, kemampuan simulasinya rendah. Selalu kagetan. Kan kalau jago gak kagetan,”ucapnya.

Kedua Keberpihakan Kebijakan Kepada Oligarki Bukan Kepada Rakyat

Rizal membeberkan sejumlah kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Sebaliknya, justru berpihak kepada oligarki.

Dia mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi telah menghapuskan pajak pendapatan selama 20 tahun untuk pengusaha besar. Sedangkan pengusaha kecil diwajibkan membayar pajak. Ditambah lagi, penghapusan pembayaran royalti bagi pengusaha, dan eksportir batubara, padahal sebelumnya, eksportir batu bara wajib membayar royalti.

Terkini

PARANGMAYA.COM – Kerajaan Maritim Majapahit bediri diantara beberapa prahara besar. Prahara yang melumat 2 kerajaan Jawa yaitu Singhasari dan Daha. Ditambah dengan pengusiran ekspansi imperium mongol ke tanah Jawa. Ketiga...