Rumah Sakit di Indonesia Menggunakan Obat Anti Parasit- Ivermectin Meskipun Kemanjurannya Belum Terbukti Terhadap Covid-19

Pixabay_Ilustrasi Potensi Obat Corona

Pixabay_Ilustrasi Potensi Obat Corona

PARANGMAYA – Polisi masih menyelidiki dugaan impor ilegal obat antiparasit Ivermectin tahun lalu. Obat itu digunakan sebagai resep potensial melawan pandemi Covid-19, Dermawan Haryoseno mendapat pelajaran pahit. “Di dunia ini, untuk berbuat baik dan membantu orang tidaklah mudah.”katanya.

Harsen Laboratories selaku pemilik perusahaan farmasi, diduga melakukan kejahatan berupa membagikan sampel Ivermectin secara gratis, kepada sebagian besar kelompok-kelompok amal, sementara dia menunggu lebih dari setahun hingga pemerintah mengeluarkan izin untuk memproduksi dan menjual obat tersebut.

adsbygoogle


Bersamaan dengan merebaknya Covid-19, Ivermectin telah menjadi penjual panas di pasar gelap. Hal ini dipicu usai uji klinis di Australia dan Amerika Serikat, yang menunjukkan bahwa selain efektif melawan parasit, ia juga membantu mencegah virus berkembang biak.

Dokter di rumah sakit negara telah meresepkan obat spektrum luas dan bukti empiris menunjukkan bahwa sekarang digunakan secara luas, bahkan di antara direktur di ruang rapat perusahaan, baik sebagai profilaksis dan juga pada awal penyakit.

Walaupun pihak berwenang masih belum mengetahui kemanjuran Ivermectin, terhadap Covid dan akan menunggu lima atau enam bulan lagi, sebelum Kementerian Kesehatan Indonesia menerima hasil uji coba sendiri, yang dilaporkan dari 10.000-20.000 pasien di sepuluh rumah sakit milik pemerintah.

Kementerian telah mengatakan sedikit tentang uji coba itu,  dan sudah ada keluhan tentang kurangnya transparansi, dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun, BPOM mengeluarkan tanggapan yang bertentangan, terhadap laporan bahwa itu telah disetujui untuk penggunaan darurat.

Sementara itu, Haryoseno terpaksa meminta maaf kepada BPOM, atas dugaan klaim tiga pengurusnya, bahwa masyarakat bebas membeli tablet yang dipasarkan dengan nama Ivermax 12, tanpa perlu resep atau pengawasan dokter.

Faktanya, Ivermectin pasar gelap impor telah dijual bebas pada awal April 2020, ketika Harsen pertama kali mengajukan izinnya, praktik pengobatan sendiri yang tidak diatur yang berlaku untuk hampir semua obat yang dijual oleh apotek Indonesia.

Berdasarkan dugaan BPOM, Haryoseno masih menghadapi tuntutan pidana mengimpor bahan baku Ivermectin secara ilegal, mengedarkan obat tanpa izin, memperpanjang tanggal kedaluwarsa, dan mempromosikannya sebagai pengobatan yang efektif melawan Covid-19.

Harsen akhirnya mendapat izin untuk mendistribusikan Ivermectin sebagai obat parasit pada 20 Juni tahun ini. Tapi itu segera ditarik hanya seminggu kemudian ketika pejabat BPOM menyita seluruh persediaan pil dalam penggerebekan di gudang Jakarta.

Terkini

PARANGMAYA.COM – Kerajaan Maritim Majapahit bediri diantara beberapa prahara besar. Prahara yang melumat 2 kerajaan Jawa yaitu Singhasari dan Daha. Ditambah dengan pengusiran ekspansi imperium mongol ke tanah Jawa. Ketiga...